Seberapa pantaskah aku harus
membayar kamu pada malam itu? Karena hanya dengan sentuhan tangan dan perhatian
dari hati yang tulus dan ikhlas olehmu padaku, hingga aku menyadari apa yang
terjadi pada malam itu.
Iya memang separuh malam itu aku
lewatkan bersamamu di tempat itu, tempat dan suasana yang tak pernah aku
rasakan kecuali bersamamu.
Hmmm… bak artis group band yang
sedang padat dengan konser kelilingnya, ada yang sampai 5 wilayah dalam dua
hari bahkan satu hari.
Makanya suka sering terjadi pada
personil band yang masuk ke rumah sakit
akibat keletihan.
Aku bukanlah group band dan bukan
artis, tapi tidak sedikit pula orang yang ngefans sama aku lho hehe.. aku tidak
keliling ke 5 wilayah dalam dua hari, tapi 7 wilayah dalam dua hari yang harus
aku sambangi.. hmmm luar biasa ya lebih banyakan aku dari pada artis.. itu aku
yang bilang.
Dumai, Pekanbaru, Jakarta,
Bandung, Cirebon, Surabaya dan yang terakhir di kota Tuban Jawa timur, lebih
lebih aku bukan bersama group dalam mengerjakan tugasku itu tapi one man one show
alias sendirian, tuh lebih luar biasa lagi kan hee..
Aku juga manusia sama dengan para group band
yang punya rasa letih juga.
Alhasil di wilayah yang terakhir
aku sambangi yaitu di kota Tuban jatuh pingsan, setelah aku rasakan pada jam 00
alias jam 12 malam.
Tiba tiba aku bangun dari rasa
peningku sekitar jam 04 pagi, aku lihat berdiri gadis cantik berpakaian serba
putih yang sedang memperhatikanku, tapi aku tak pernah takut dari hal hal yang
jauh dari dunia lain, karena malam itu adalah nyata.
Dialah suster yang merawatku, dia
katakan kalau aku tak sadarkan diri hampir 2 jam karena aku masuk UGD sekitar
jam 02 pagi, “mas soko pundi toh..?” dia bertanya, yang artinya mas dari mana?
Untungnya aku juga paham bahasa
itu “aku dari jakarta” jawabku. “lah terus kok bisa ada disini sama siapa?” aku
tugas ke di daerah Tuban sendiri.. “berarti mas gak ada temen yo wis nanti kalo
butuh bantuan bilang aku aja ya” tawaranya yang baik hati.
Rupanya tempat rawatku jauh dari
tempat aku beraktifitas dan bukan di RS melainkan puskesmas 24 jam karena tempatnya
di desa yang jauh dari perkotaan.
Bersyukur walaupun tempat dan
fasilitasnya kurang memadahi tapi pelayananya cukup ramah dan senang hati kita
di buatnya, mungkin itu salah satu obat penyembuh sakit yaitu ramah dan baik
kepada semua orang.
Aku berucap terimakasih kepada suster yang telah merawatku malam itu, dengan kondisi yang sedikit membaik akhirnya aku putuskan untuk pulang di siang harinya, pulang ke kampung bukan ke jakarta karena di jakarta tidak ada yang menjagaku, kalau di kampung aku bisa menghirup udara segar dengan pemandangan yang masih asri ketimbang di jakarta.
Dan banyak pula orang yang
menyadari itu semua ingat kepada yang kuasa setelah jatuh sakit, seperti aku
waktu itu merintih memohon kepada yang kuasa agar di sembuhkan dari rasa sakit
yang di rasakan, mohon jangan di tiru itu contoh yang tidak baik.
Menjaga kesehatan dan selalu
bersyukur adalah langkah awal untuk hidup yang lebih baik, semoga kejadian ini
menjadi pelajaran buatku dan temenku semua, amin. terimakasih.