Kamis, 04 Oktober 2012

Setengah malammu untukku.



Seberapa pantaskah aku harus membayar kamu pada malam itu? Karena hanya dengan sentuhan tangan dan perhatian dari hati yang tulus dan ikhlas olehmu padaku, hingga aku menyadari apa yang terjadi pada malam itu.

Iya memang separuh malam itu aku lewatkan bersamamu di tempat itu, tempat dan suasana yang tak pernah aku rasakan kecuali bersamamu.

Hmmm… bak artis group band yang sedang padat dengan konser kelilingnya, ada yang sampai 5 wilayah dalam dua hari bahkan satu hari.

Makanya suka sering terjadi pada personil band yang masuk ke  rumah sakit akibat keletihan.

Aku bukanlah group band dan bukan artis, tapi tidak sedikit pula orang yang ngefans sama aku lho hehe.. aku tidak keliling ke 5 wilayah dalam dua hari, tapi 7 wilayah dalam dua hari yang harus aku sambangi.. hmmm luar biasa ya lebih banyakan aku dari pada artis.. itu aku yang bilang.

Dumai, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Cirebon, Surabaya dan yang terakhir di kota Tuban Jawa timur, lebih lebih aku bukan bersama group dalam mengerjakan tugasku itu tapi one man one show alias sendirian, tuh lebih luar biasa lagi kan hee..

Aku juga manusia sama dengan para group band yang punya rasa letih juga.

Alhasil di wilayah yang terakhir aku sambangi yaitu di kota Tuban jatuh pingsan, setelah aku rasakan pada jam 00 alias jam 12 malam.

Tiba tiba aku bangun dari rasa peningku sekitar jam 04 pagi, aku lihat berdiri gadis cantik berpakaian serba putih yang sedang memperhatikanku, tapi aku tak pernah takut dari hal hal yang jauh dari dunia lain, karena malam itu adalah nyata.

Dialah suster yang merawatku, dia katakan kalau aku tak sadarkan diri hampir 2 jam karena aku masuk UGD sekitar jam 02 pagi, “mas soko pundi toh..?” dia bertanya, yang artinya mas dari mana?

Untungnya aku juga paham bahasa itu “aku dari jakarta” jawabku. “lah terus kok bisa ada disini sama siapa?” aku tugas ke di daerah Tuban sendiri.. “berarti mas gak ada temen yo wis nanti kalo butuh bantuan bilang aku aja ya” tawaranya yang baik hati.

Rupanya tempat rawatku jauh dari tempat aku beraktifitas dan bukan di RS melainkan puskesmas 24 jam karena tempatnya di desa yang jauh dari perkotaan.

Bersyukur walaupun tempat dan fasilitasnya kurang memadahi tapi pelayananya cukup ramah dan senang hati kita di buatnya, mungkin itu salah satu obat penyembuh sakit yaitu ramah dan baik kepada semua orang.

Aku berucap terimakasih kepada suster yang telah merawatku malam itu, dengan kondisi yang sedikit membaik akhirnya aku putuskan untuk pulang di siang harinya, pulang ke kampung bukan ke jakarta karena di jakarta tidak ada yang menjagaku, kalau di kampung aku bisa menghirup udara segar dengan pemandangan yang masih asri ketimbang di jakarta.
 
Kebanyakan orang pasti akan lupa dengan menjaga kesehatan dan lupa bersyukur kepada yang maha kuasa atas nikmat yang telah diberikan, yaitu nikmat sehat.

Dan banyak pula orang yang menyadari itu semua ingat kepada yang kuasa setelah jatuh sakit, seperti aku waktu itu merintih memohon kepada yang kuasa agar di sembuhkan dari rasa sakit yang di rasakan, mohon jangan di tiru itu contoh yang tidak baik.

Menjaga kesehatan dan selalu bersyukur adalah langkah awal untuk hidup yang lebih baik, semoga kejadian ini menjadi pelajaran buatku dan temenku semua, amin. terimakasih.