Sabtu, 27 Oktober 2012

Aku wayang kamu.



Siapa yang tak kenal wayang? Semua orang pasti kenal, tapi siapa yang tak pernah nonton wayang? 

Mungkin hampir semua pembaca blog saya ini gak pernah nonton ya haha… hadeuhh payah dah.

Bicara wayang adalah bicara tentang seni, budaya, sejarah dan yang lainya dimana di dalamnya mengandung kisah.

Kisah atau sebuah cerita perjuangan, yaitu berjuang untuk merebutkan dan menciptakan suatu kebenaran, keadilan dan kesejahteraan, ada kalanya memperjuangkan tentang cinta.

Rama dan Shinta adalah kisah percintaan dalam pewayangan yang sering kita dengar tapi jarang kita lihat dan hanya sekilas lewat telinga, sedikit aku akan cerita asal dan usul Rama dan Shinta dari yang pernah aku lihat, dengar dan aku baca di berbagai media cetak.

Ada sebuah kerajaan Kosala yang berpusat di kota Ayodya, tersebutlah Dasarata, Walaupun memiliki tiga orang istri, Dasarata belum juga dikaruniai keturunan, khawatir tidak memiliki penerus Dasarata mempersembahkan upacara bagi para dewa.

Upacara yang disebut Putra Kameshti Yagna, Upacara tersebut diterima oleh para Dewa dan lahirlah putra-putra Dasarata :

- Dewi Kausalya, istrinya yang pertama melahirkan putra tertua, Rama.
- Dewi Kaikeyi, istrinya yang kedua melahirkan anak kedua, Bharata.
- Dewi Sumitra, istrinya yang ketiga melahirkan putra kembar, Laksmana dan Satrugna.

Sesungguhnya Rama adalah titisan Dewa Wisnu, Dewa Wisnu terlahir ke dunia menjadi manusia dengan tujuan menghalau Rahwana, raja raksasa yang telah menyinggung para Dewa dan hanya bisa dikalahkan oleh manusia.

Rahwana digambarkan memiliki 10 kepala dan 20 lengan, nama-nama lain dari Rahwana adalah Dasamuka (10 wajah), Dasagriwa (10 leher), dan Dasakanta (10 tenggorokan).

Singkat cerita, keempat pangeran Ayodya tumbuh menjadi putera yang gagah dan terampil memanah di bawah bimbingan Resi Wasista.

Pada suatu hari di sebuah kerajaan bernama Mitila, Raja Janaka menemukan seorang bayi perempuan yang kemudian diberinya nama Shinta. 

Saking senangnya, Raja Janaka menganggap bayi tersebut sebagai anugerah dari dewata, Shinta tumbuh menjadi seorang putri yang cantik jelita dan dikagumi oleh banyak pria, Raja Janaka kemudian mengadakan sayembara untuk memilih calon suami bagi putrinya.

Barang siapa mampu mengangkat dan menekuk busur Dewa Syiwa milik Raja Janaka akan dapat memperistri Shinta, namun tak seorang pun yang mampu, kecuali Rama.

Rama tidak hanya dapat menekuk busur tersebut, ia bahkan mampu mematahkannya menjadi tiga bagian, akhirnya Rama dapat memperistri Shinta, pernikahan pun di gelar sangat meriah.. ceritanya sih seperti itu aku gak tau persis karena waktu itu aku gak di undang hee...

Tadi aku sudah bilang di atas tentang singkat cerita, jadi ya singkat aja karena kalau di ceritakan disini bisa dua hari dua malam kalian baca gak selesai selesai..

Tak kenal maka tak wayang.

Inti dari cerita singkat itu adalah saling mengenal antara satu dengan yang lainya, mengenali fungsi diri, mengenali kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita, sehingga apapun permasalahan yang di hadapkan pada diri kita akan mampu kita tangani.

Jadi kenalilah diri kita sendiri sebelum mengenali orang lain, dan kenalilah orang lain untuk menjadi bagian dari diri, sebab wayang itu adalah sebagai pelaku bukan penonton.

Jadi tak kenal maka tak wayang, artinya kalau tidak mengenal siapa dirinya maka tidak akan bisa menjadi pelaku hanya bisa menjadi penonton saja, jadilah pelaku yang baik untuk diri dan orang lain.Terimakasih.

Aku wayang kamu.