Rabu, 31 Oktober 2012

Qurban itu Dekat.



Gema takbir yang di kumandangkan di setiap penjuru kini telah usai, namun suasana di hari itu masih tertanam kesan yang sungguh indah.

Hari itu sungguh mengesankan bagiku.. suasana yang sangat hangat dan akrab, karena aku tidak sendiri tapi di temenin sama sapi... lho kok sapi? 

Maksudnya sayangnya papi.. papi punya kesayangan yaitu sapi.. lho kok sapi lagi haha...

Ngomong ngomong soal sapi belum lama ini di mana mana ramai memotong sapi, simbolis dari Qurban dan pengorbananya umat islam.

Qurban secara harfiyah adalah Quroba atau Qirab kalau di bahasa indonesiakan sama dengan akrab atau dekat. Mendekatkan kepada siapa yang harus perlu dengan berqurban? Ya kepada Tuhanya secara zat dan kepada sesama manusia yang di cintai biasanya, tapi di tunjukanya dengan perbuatan yang nyata, itu adalah bagian dari qurban dan pengorbanan.

Orang yang sudah akrab atau dekat maka pasti akan muncul rasa cinta, dari cinta dan mencintai itulah akan timbul dengan sendirinya untuk saling mengorbankan demi mempertahankan rasa cinta itu, Jadi secara mudahnya kalau kita ingin mencintai dan di cintai ya harus ada pengorbanan yang bisa di rasakan bersama.

Dan jika tidak ada pengorbanan dari beberapa hal maka tidak akan pernah mendapatkan rasa dekat seperti apa yang di inginkan. Jika perasaan ingin merasa dekat maka di wujudkanya dengan  rasa berkurban, jika tidak? Ya akan menjadi kurban perasaan saja.

Waktu, tenaga, jiwa raga bahkan harta itulah bagian kecil yang harus kita kurbankan demi tercapainya rasa akrab atau kedekatnya kita kepada sesuatu yang di cintai.

Kita tidak akan bisa mendekati sesuatu manakala tidak adanya beberapa hal yang harus di korbankan, dan pengorbanan yang sudah kita keluarkan tidak akan pernah hilang nilainya justru akan di lipatgandakan dari apa yang kita keluarkan tadi.

Jadi berkurbanlah kita semua demi rasa cinta yang abadi, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.

Selamat berkurban.