Gema takbir yang di kumandangkan
di setiap penjuru kini telah usai, namun suasana di hari itu masih tertanam
kesan yang sungguh indah.
Hari itu sungguh mengesankan bagiku..
suasana yang sangat hangat dan akrab, karena aku tidak sendiri tapi di temenin
sama sapi... lho kok sapi?
Maksudnya sayangnya
papi.. papi punya kesayangan yaitu sapi.. lho kok sapi lagi haha...
Ngomong ngomong soal sapi belum
lama ini di mana mana ramai memotong sapi, simbolis dari Qurban dan pengorbananya
umat islam.
Qurban secara harfiyah adalah
Quroba atau Qirab kalau di bahasa indonesiakan sama dengan akrab atau dekat. Mendekatkan kepada siapa yang
harus perlu dengan berqurban? Ya kepada Tuhanya secara zat dan kepada sesama
manusia yang di cintai biasanya, tapi di tunjukanya dengan perbuatan yang nyata,
itu adalah bagian dari qurban dan pengorbanan.
Orang yang sudah akrab atau dekat
maka pasti akan muncul rasa cinta, dari cinta dan mencintai itulah akan timbul
dengan sendirinya untuk saling mengorbankan demi mempertahankan rasa cinta itu,
Jadi secara mudahnya kalau kita ingin mencintai dan di cintai ya harus ada
pengorbanan yang bisa di rasakan bersama.
Dan jika tidak ada pengorbanan
dari beberapa hal maka tidak akan pernah mendapatkan rasa dekat seperti apa
yang di inginkan. Jika perasaan ingin merasa dekat maka di wujudkanya dengan rasa berkurban, jika tidak? Ya akan menjadi kurban
perasaan saja.
Waktu, tenaga, jiwa raga bahkan
harta itulah bagian kecil yang harus kita kurbankan demi tercapainya rasa akrab
atau kedekatnya kita kepada sesuatu yang di cintai.
Kita tidak akan bisa mendekati
sesuatu manakala tidak adanya beberapa hal yang harus di korbankan, dan
pengorbanan yang sudah kita keluarkan tidak akan pernah hilang nilainya justru
akan di lipatgandakan dari apa yang kita keluarkan tadi.
Jadi berkurbanlah kita semua demi
rasa cinta yang abadi, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.
Selamat berkurban.
