“Di mana bumi di pijak di situ
langit di junjung” … “di mana laut di selam di situ ada kapal yang tenggelam” hahaha.. canda beberapa para ABK sama saya, memang
perlu sedikit bercanda dan itu sering di lakukan saat kapal berlayar ke tengah
lautan yang luas.
Sekedar menghibur diri karena
tugas dan bakal lama tidak ketemu dengan kerabat dan keluarganya di daratan, ini
adalah bagian dari sisi kehidupan para pelaut.
Sebagian orang ada yang bilang
kerja sebagai pelaut itu menyenangkan karena bisa jalan2 kebeberapa wilayah
kepulauan yang ada di atas bumi ini.
dan sebagian lagi ada yang mengatakanya
serem takut ombak lalu kapal tenggelem, tapi itu semua tidak ada yang di
banggakan dan tidak ada yang di takuti oleh seorang perantau seperti saya ini
hehe…
Dan itu memiliki kiblat pengabdian
yang sangat kuat untuk tercapai kebahagiaan yang hakiki yaitu keluarga yang di
cintainya, tidak pandang waktu maupun jarak, dia selalu setia untuk kembali
kepada keluarga dan tempat kelahiranya.
Kini lautan menjadi halaman yang
luas buat saya, bermain dengan ombak, bermain dengan tiupan angin yang segar,
bermain dengan lumba lumba.
aku akan menjadi nakhoda mu di
saat seperti itu dan mengarungi luasnya samudera, sayangnya kamu tak ada bersamaku saat ini.
Jadi kamu yang di darat jangan
pernah membayangkan kecuali kalau ikut berlayar bersamaku dan boleh bercerita,
kelaut aku kan kembali.
Sampai jumpa.