Senin, 20 Februari 2012

Ke laut aku kan kembali #part 2


“Di mana bumi di pijak di situ langit di junjung” … “di mana laut di selam di situ ada kapal yang tenggelam”  hahaha.. canda beberapa para ABK sama saya, memang perlu sedikit bercanda dan itu sering di lakukan saat kapal berlayar ke tengah lautan yang luas.

Sekedar menghibur diri karena tugas dan bakal lama tidak ketemu dengan kerabat dan keluarganya di daratan, ini adalah bagian dari sisi kehidupan para pelaut.

Sebagian orang ada yang bilang kerja sebagai pelaut itu menyenangkan karena bisa jalan2 kebeberapa wilayah kepulauan yang  ada di atas bumi ini.

dan sebagian lagi ada yang mengatakanya serem takut ombak lalu kapal tenggelem, tapi itu semua tidak ada yang di banggakan dan tidak ada yang di takuti oleh seorang perantau seperti saya ini hehe…

Kapan  keluar dari rumah, kemana  akan pergi, dimana di tugaskan dan lain sebagainya, orang rantau berani hidup dan tidak pernah punya rasa takut untuk mati.

Dan itu memiliki kiblat pengabdian yang sangat kuat untuk tercapai kebahagiaan yang hakiki yaitu keluarga yang di cintainya, tidak pandang waktu maupun jarak, dia selalu setia untuk kembali kepada keluarga dan tempat kelahiranya.

Kini lautan menjadi halaman yang luas buat saya, bermain dengan ombak, bermain dengan tiupan angin yang segar, bermain dengan lumba lumba.

Menyaksikan matahari terbit lalu tenggelam, menyaksikan bulan purnama yang selalu tersenyum kepada hati yang sedang sunyi.

aku akan menjadi nakhoda mu di saat seperti itu dan mengarungi luasnya samudera, sayangnya kamu  tak ada bersamaku saat ini.

Jadi kamu yang di darat jangan pernah membayangkan kecuali kalau ikut berlayar bersamaku dan boleh bercerita, kelaut aku kan kembali.

Sampai jumpa.