Minggu, 30 Desember 2012

Semakin dekat.



Selimut kabut tebal menyelimuti pandangan dan fikiranku yang sedang pilu kala itu, Dumai adalah sebuah kota tempat pengasingan perasaanku yang sedang terpaku.

Hampir semua yang di rencanakan dan di kerjakan sama sekali tak ada perubahan untuk menjadi lebih baik, karena tadi fikiran yang sudah terselimuti kabut emosi dalam hati.

Rasa kecewa, shok dan marah adalah reflek dari apa yang di dengar, di lihat dan dirasa dari ketidak sesuaian sikap itu sangat manusiawi.

Berefek kepada semua hal yang menyangkut aktifitas keseharianya akan menjadi serba salah, karena menjalankanya sudah tidak fokus lagi, dan itu rupanya berdampak sangat fatal untuk masa depan setelah aku sadari dari kejadian itu.

Ku coba membanting dari kesalahan itu dengan kebesaran hati yang masih kecil, karena hidup ini tidak akan bisa berubah menjadi baik kalau terus menjalaninya dengan cara yang sama dengan masa lalu itu rugi.

Tapi yang terpenting adalah kita sama sama menyadari dari kesalahan apa yang ada dalam diri kita dan kekurangan dari itu semua karena itu adalah proses kedewasaan sikap, dan bersama sama juga dalam memenuhi dari kekurangan itu agar tidak berat sebelah untuk melangkah ke depanya, sepakat untuk merubahnya menjadi yang terbaik.

“jangan melakukan kesalahan masa lalu di masa kini” agar kita bisa lebih cepat untuk mencapai kesempurnaan hidup karena semakin hari kita akan menghadapi lebih banyak lagi persoalan yang baru, yang belum pernah kita alami, dan itu pasti.

Keikhlasan, kesabaran, sadar akan kesalahan yang telah di perbuat, kemudian memaafkan kesalahan itu sendiri dan merubahnya menjadi sesuatu yang baik dan benar, tidak harus orang lain mengetahui kita melakukan perbaikan dari kesalahan, perbaiki diri dan lakukan saja, komunikasi yang lebih utama untuk menjadi lebih mudah memecahkan segala persoalan.

Aku fikir akan turun hujan berterusan tapi bersyukur mentari muncul lagi di pagi hari itu dan aku bisa kembali merasakan kehangatanya dalam jiwa dan fikiran, semakin dekat rasanya untuk menuju pintu yang sedang terbuka lebar kedalam jiwa yang ikhlas.

Jika kamu dekat maka akulah yang mendekat, jika aku yang baik maka sesunggunya kamulah yang terbaik, jika aku bahagia maka sesungguhnya kamulah yang membahagiakan aku, maka jagalah dengan baik baik agar menjadi yang lebih baik lagi.

Sungguh indah jika terus semakin dekat.




Selasa, 20 November 2012

Malam pertama.



Dunia semakin terang dari sinar mentari yang terus menyinari hati di pagi hari menghangatkan jiwa yang sedang sendiri, malampun bergganti dengan senyuman bulan yang belum sempurna menjadi purnama.

Hari itu memang sedikit menyimpan rasa penasaranku kepada seseorang yang baru aku kenal dari “dutabel” alias dunia tanpa kabel alias profider telekomunikasi yang kemudian tersambung dengan sms an begitulah kira kira ceritanya.

Ceritanya aku punya teman, temanku punya teman lagi, temanya temenku yang tadi memperkenal aku dengan temanya temanku.

Kita harus merajut tali pertemanan, karena itu kita wajib mengunjungi dari teman yang satu ke teman yang lainya agar tercipta sesuatu yang indah.

Sengaja aku datang ke kotamu waktu itu karena aku rindu denganmu, aku tancapkan tekad untuk berangkat kereta bergerak laju dengan tepat waktu, aku duduk di eksekutife satu sambil membayangkan wajahmu.

Pemandangan persawahan dan rerumputan yang kering pun terasa sejuk dan lebih hijau di mata karena hati yang sudah terhipnotis oleh perasaan yang ingin segera sampai di tujuan.

Kereta berhenti dengan hati hati, terasa sedikit panas udaranya setelah aku keluar dari gerbang stasiun kereta, tapi cuaca itu mampu di redakan dengan tukang tahu gejrot yang ada di samping pintu masuk stasiun.

Aku lihat dengan asiknya pak gejrot tadi sedang mengayunkan tanganya di sebuah cobek kecil yang terbuat dari tanah, terlihat beberapa biji cabai rawit kemudian di kasih kuah lalu di siramkan ke tahu yang di iris kecil kecil…  hemmm sedikit ngiler nih kelihatanya hahaa..

Cuaca panas di tambah makan tahu gejrot yang hot, baju pun basah kuyub karena keringat akibat kuah yang super pedas, justru itu menambah aku semangat untuk melangkah menyambut malam pertama.

Menunggu di muka pintu lalu menyapa seorang gadis dari balik kaca mobil yang gelap, aku tatap mukanya, aku salam lalu sambut tangan sedikit berdebar dalam dada... hadeuhh geulis pisan euy (tersenyum dalam batin karena bangga bisa ketemu)

Lanjut jalan jalan bersama membuat kenangan, jalan sepanjang jalan sambil mencari tempat yang pas dengan suasana di hati, lalu duduk satu bangku kau dan aku menyatu di malam minggu yang terasa haru.

Dari atas permukaan tanah dengan ketinggian miring alias di tebing, kami pun berencana menghabiskan malam sambil melihat pemandangan gemerlapnya sebuah kota yang terletak 3 jam ketimur dari ibu kota Jakarta, padahal pemandangan kalau di siang hari tu terlihat begitu gersang dan panas kata temen yang setia menemaniku hingga larut malam.

Tapi dari kegersangan itu berubah menjadi malam pertama yang begitu romantic, bersama neng geulis dengan sebuah klapa manis, sebuah lilin di atas meja dengan sedikit tiupan angin yang semilir menghampiri fikiranku untuk mencoba membuka awal pertemanan untuk selamanya… kaya lagi acting sinetron aja haha..

Malam itu sempat membuatku terpancing untuk memperpanjang waktu, ibarat permainan sepak bola yang belum final pada menit terakhir iya memang karena terasa waktu Cuma sebentar padahal sudah makan dan ngobrol panjang kali lebar hasilnya samadengan masih penasaran.

Namun apa boleh buat waktu yang singkat aku harus mempersilahkan neng geulis yang setia itu segera kembali kepada kedua orangtuanya.. kaya lirik lagu aja.

Aku rasa itu adalah satu permulaan yang tepat di malam pertama, itu sebuah pertemanan karena mendapat respon yang baik, jika tercipta malam pertama maka di pastikan akan ada malam kedua, ketiga dan selanjutnya, semoga rasa penasaranku tak akan hilang sampai kapanpun karena aku akan menunggu malam malam selanjutnya, karena mungkin suatu hari nanti kita kan bisa bersama untuk selamanya.

Indahnya bersamamu.

Senin, 12 November 2012

Apakah itu teman?




Teman adalah seseorang yang kita kenal dan seseorang yang bisa kita jumpai disaat tertentu atau tidak selamanya kita jumpai. 

Mencari teman itu mudah bahkan sangat mudah, kita cuma menemui orang yang tidak kita kenal, lalu mengajaknya kenalan, ketika sudah kenal maka ia sudah bisa kita anggap sebagai teman.

Teman adalah orang yang paling dipercaya, yang bisa diajak cerita tentang masalah kita, yang ada di saat kita butuh atau bahkan saat kita tidak butuhpun teman ada disamping kita untuk selalu menemani kita.

Seorang teman sejati sulit sekali untuk kita cari atau kita jumpai, apalagi menjadikan sahabat dari teman memang tidak semudah seperti menjadikan orang yang belum kenal menjadi teman.

Teman itu tempat curhat, ngga ada istilah stress ketika dirundung masalah, seberat apapun masalah itu kalau kita punya teman pasti akan terasa ringan.

Dalam hal ini teman bisa menjadikan sebagai tempat berbagi cerita, tempat untuk curhat, kita bisa ngungkapin semua perasaan kita selain kepada keluarga  yaitu kepada teman kita. 

Teman itu orang yang nyambung diajak ngobrol, enak diajak diskusi, teman berbincang yang menyenangkan dan semua itu akan tercapai manakala kita bisa saling mengenal.

Teman itu orang yang dengan kelapangan hatinya bisa mengerti kita, dengan keterbukaan tangannya bisa menerima kita apa adanya, tanpa pernah berusaha mempengaruhi apalagi mengubah keadaan kita.

Jika ada orang yang sudah kita kenal dan rupanya memiliki niat untuk mengubah keadaan yang pada akhirnya perubahan itu menjadikan sebuah pertentangan apakah itu yang di sebut teman? 

Ingat..! Meraih untuk menjadi teman itu lebih mudah dari pada mempertahankan tali pertemanan.

Kamis, 08 November 2012

Sabar menanti.



“Walashri” yang artinya demi waktu Ashar, kalau di terjemahkan kedalam bahasa indonesianya kurang lebih adalah demi waktu yang sudah sore.

Ada apa dengan waktu yang sudah sore? Dalam dunia dagang waktu yang sudah sore itu waktunya hitung hitungan antara laba dan rugi.

Disanalah titik penentuan dalam satu hari perputaran apa yang dia usahakan maka pada sore harinya bisa di lihat atau dirasakan hasilnya.

Disitulah peran sabar sangat menentukan, karena jika tidak maka dipastikan tak akan mendapatkan apa apa. Karena dengan kesabaran itulah kita bisa mendapatkan apa yang kita do’a kan dan di usahakan.

Sabar dalam hal ini adala bukan hanya pasrah menerima apa adanya, kalau kata orang dulu “sabare ngelus elus dada”. Apa yang terjadi jika dadanya terus di elus elus? Yang pasti tidak akan terjadi apa apa dan tidak akan mendapatkan suatu perubahan yang pasti.

Nah itulah yang di sebut manusia yang rugi, karena tidak ada ikhtiar untuk melakukan suatu hal yang harus di lakukan untuk persiapan di hari esok.

Karena waktu terus berputar, terus bergerak maju dan tak kan pernah mundur, dan kita tak kan pernah bertemu dengan hari kemaren lagi.

Orang tua selalu mengajarkan kepada kita untuk terus bersabar dalam menghadapi sesuatu hal yang tak terpecahkan pada saat itu.

Karena sengaja Tuhan menguji kita dari cara apa yang kita tak mampu pada waktu itu, yang sesungguhnya di balik kesabaran yang di rencanakan oleh Nya terkandung sesuatu yang indah.

Aku tak takut kehilangan apa yang aku miliki, namun yang aku takutkan hanyalah jika rasa kesabaran itu sirna dariku, secara gitu makhluk Tuhan yang paling ganteng seperti saya ini sudah terlalu banyak cobaan dan ujian, jika aku tak sabar apa kata dunia.

Iya memang saat ini kita terpisahkan oleh jarak dan tempat , kamu jauh disana dan aku yang jauh disini, jika kita di beri pilihan, antara yang jauh dengan yang dekat maka yang pasti kita pilih adalah yang dekat. 

Di jaman sekarang tidak lagi sulit untuk menjadikan yang jauh untuk menjadi dekat karena ada klik, klik di hand phone, klik di online dan yang lainya untuk terus bisa komunikasi.

Jika satu hari, dua hari gak ada telpon ataupun sms ya biarkan saja, berarti dia yang di sana sedang menguji kesabaran kita atau memang tidak punya pulsa.. positive thinking saja, karena aku kan sabar menantimu disini.


Rabu, 31 Oktober 2012

Qurban itu Dekat.



Gema takbir yang di kumandangkan di setiap penjuru kini telah usai, namun suasana di hari itu masih tertanam kesan yang sungguh indah.

Hari itu sungguh mengesankan bagiku.. suasana yang sangat hangat dan akrab, karena aku tidak sendiri tapi di temenin sama sapi... lho kok sapi? 

Maksudnya sayangnya papi.. papi punya kesayangan yaitu sapi.. lho kok sapi lagi haha...

Ngomong ngomong soal sapi belum lama ini di mana mana ramai memotong sapi, simbolis dari Qurban dan pengorbananya umat islam.

Qurban secara harfiyah adalah Quroba atau Qirab kalau di bahasa indonesiakan sama dengan akrab atau dekat. Mendekatkan kepada siapa yang harus perlu dengan berqurban? Ya kepada Tuhanya secara zat dan kepada sesama manusia yang di cintai biasanya, tapi di tunjukanya dengan perbuatan yang nyata, itu adalah bagian dari qurban dan pengorbanan.

Orang yang sudah akrab atau dekat maka pasti akan muncul rasa cinta, dari cinta dan mencintai itulah akan timbul dengan sendirinya untuk saling mengorbankan demi mempertahankan rasa cinta itu, Jadi secara mudahnya kalau kita ingin mencintai dan di cintai ya harus ada pengorbanan yang bisa di rasakan bersama.

Dan jika tidak ada pengorbanan dari beberapa hal maka tidak akan pernah mendapatkan rasa dekat seperti apa yang di inginkan. Jika perasaan ingin merasa dekat maka di wujudkanya dengan  rasa berkurban, jika tidak? Ya akan menjadi kurban perasaan saja.

Waktu, tenaga, jiwa raga bahkan harta itulah bagian kecil yang harus kita kurbankan demi tercapainya rasa akrab atau kedekatnya kita kepada sesuatu yang di cintai.

Kita tidak akan bisa mendekati sesuatu manakala tidak adanya beberapa hal yang harus di korbankan, dan pengorbanan yang sudah kita keluarkan tidak akan pernah hilang nilainya justru akan di lipatgandakan dari apa yang kita keluarkan tadi.

Jadi berkurbanlah kita semua demi rasa cinta yang abadi, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.

Selamat berkurban.