Senin, 15 Maret 2010

Ibu...


bangun di waktu masih gelap gulita
membawa dan memberi segala peristiwa, luka juga cinta

memburu waktu yang menderu bersama rindu yang tak pernah terlunaskan

bahkan ketika malam tiba, saat kujumpai ia tengah menyelimuti dan di selimuti tangis kedua adiku tanpa seorang ayah

wahai ibuku
aku cuma mengenalmu saat usiaku kanak-kanak
menjelang remaja aku harus meninggalkanmu guna mencari keringanan beban hidupmu, sekarang aku tumbuh dengan nasibku sendiri tanpamu di siang dan malamku

di antara rangkaian waktu yang lepas
aku masih tetap menyimpan keteguhanmu sebagai seorang ibu sekaligus nahkoda, membawa kapal keluarga kita sampai juga pada pelabuhan

aku masih menyimpan dan mencoba untuk meniru semangatmu yang tak pernah letih menembus waktu, membuat warna yang cerah dalam hidupku, kan ku buat pelangi untukmu ibu.

Ibu… aku cinta kepadamu.