Jumat, 18 Januari 2013

Yang baru buatku.



Menyambut tahun baru sudah menjadi rutinitas dan itu di tunggu tunggu bagi setiap orang, berbagai macam cara orang untuk menyambutnya.

Planing atau rencana sudah di susun dari jauh jauh hari, agar nantinya pas jatuh hari nya tidak terkesan mendadak atau terburu buru.

Ada yang memiliki rencana sekedar makan makan bersama keluarga, ada yang hanya berdiam diri di rumah karena tidak punya kekasih, bahkan ada yang memiliki rencana jalan jalan hingga keluar negri bersama orang yang di cintai.

Contohnya aku, yang dari tahun ke tahun selalu di lewati dan itu betul betul terlewatkan tanpa ada rencana atau planning untu menjemput hal yang baru.

Karena memang dari tahun tahun yang lewat aku jalani sendiri tanpa ada orang yang special dalam hidup keseharianku. 

Memiliki keinginan bisa jalan jalan ke luar negri itu mimpi di siang bolong yang selalu teringat, dan mana mungkin aku bisa jalan jalan sejauh itu, secara aku hanya orang kampung yang tidak pernah gaul.

Tapi tahun baru ini ada yang berbeda dalam perasaan hati kecilku, ada hal yang terbaru buatku, rasa syukur dan terimakasihku kepada yang kuasa aku panjatkan, karena telah datang seseorang yang menghampiri ke dalam hatiku.

Rencana untuk mewujudkan mimpi itu semakin kuat setelah datang seorang yang special dalam menemani hidupku itu, yaitu jalan jalan ke sebuah Negara yang terkenal tempat untuk jalan jalanya.

“Berdua lebih baik dari pada sendiri” kata kata itu memang benar setelah sekian lama beberapa temanku memberitahu agar aku jangan terlalu lama menyendiri.

Singapore adalah Negara tujuan aku yang sudah aku impikan sejak lama, hingga membayangkan betapa indahnya jika bisa jalan ke negri singa itu berdua bersama seseorang yang dicintai.

Bisa berjalan bergandengan tangan, makan berdua, duduk di sebuah taman yang romantis hingga foto2 berdua di sebuah tempat yang bisa menjadi kenangan terindah.

Alhamdulillah belum lama ini mimpi itu bisa aku wujudkan berkat kesabaran yang selama ini aku jalani, bersama seseorang yang aku cintai dan aku yakin waktu akan aku miliki, menjelang hari keberangkatan hujan mengguyur di sepanjang hari, dari pagi hingga malam hari.

Sungguh sangat risau pada malam menjelang esok paginya karena sudah tak sabar untuk segera menyambut pagi, sampai sampai tidur pun tak sempurna miring ke kanan miring kekiri tidurnya tidur ayam kata orang kampung, mata merem tapi hatinya melek.

Pesawat keberangkatan jam 07.00 waktu Jakarta, tapi sudah antisipasi bangunya tidak boleh terlambat, saking gak sabarnya jam 02.00 pagi dini hari sudah bangun hitunganya hampir gak tidur itu, mandi tengah malam itu namanya jarang jarang sekali sungguh tidak biasa, tapi itulah namanya mensyukuri suasanya yang sedang berbunga.

Juga khawatir karena apa yang akan terjadi jika hari keberangkatan itu tertunda akibat hujan dan banjir, “semoga dalam perjalanan nanti tidak ada halangan apapun” doaku demikian dalam hati, lagi lagi Tuhan masih sayang kepadaku doaku terkabulkan berangkat dari Jakarta dengan cuaca yang begitu cerah tak ada mendung, gerimis apalagi hujan.

Hati berdebar dan tangan berpegang sangat erat ketika pesawat takeoff dari bandara Soekarno Hatta, maklumlah aku kan orang desa yang biasanya naek becak tinggal dorong aja udah bisa jalan.

Hati ini juga masih berdebar apa dan bagaimana nantinya setelah sampai di negri orang bisa apa enggak beradaptasi dengan orang sana, ternyata benar setelah sesampainya di imigrasi Changi Airport tidak semulus apa yang aku bayangkan, sedikit miscommunication terhadap petugas imigrasi, tapi bisa aku atasi dan akhirnya selamat bisa masuk ke Singapore dengan hati yang lega.

Regulasi haruslah tetap di junjung tinggi dimanapun dan oleh siapapun, kalau sesuatu yang di larang ya jangan sekali kali di sepelakan karena akan berakibat buruk untuk diri dan masa depanya, inilah yang harus kita cermati dalam menyambut tahun baru dengan harapan yang baru juga.

Tidak ada uang tunai dalam system transportasi di Singapore, semua pembayaran melalui mesin dan card untuk akses keluar masuk MRT atau kereta api maupun bus, seperti itulah cara di Negara maju melakukan transaksi, bagaimana dengan di kampung saya?

Menaiki MRT dari Airport menuju tempat penginapan, sempat menyita perhatian di sepanjang perjalanan dengan pemandangan sebuah kota di Singapore yang begitu rapih bersih tidak ada ojek, tidak ada becek dan macet.

Istirahat sejenak di sebuah hotel kami hanya sekedar menaruh tas pakaian kemudian mandi untuk menghilangkan keringat, lanjut jalan ke beberapa lokasi karena sudah tidak sabar lagi untuk memenuhi rasa yang tersimpan dalam penasaran. 

“akhirnya sampai juga ke tempat yang di idam idamkan” rasa bangga dalam hati, itu yang aku rasakan dan terpancar pula pada muka pendamping setiaku, lalu kami melampiaskan rasa bangga itu dengan berfoto bersama untuk jadi kenangan yang tak kan pernah terlupakan.

Menghabiskan waktu bersama orang yang di cintai itu sangat penting, jalan menuju tempat yang tampak jauh sekalipun tak terasa lelah karena itulah rasa senang dalam hati yang di kembangkan oleh bersama.

Waktu terasa singkat dan tak terasa matahari masih menyengat tetapi waktu sudah menuju malam, akhirnya kami harus kembali ke tempat peristirahatan dan menikmati malam malam yang indah bersama di sebuah lorong geylang rd.

Lanjut di keesokan harinya  di keseharian tempat wisata universal studio Singapore adalah tujuan utamanya, aku merasa sangat bahagia dan merasa bisa membahagiakan orang yang aku sayang itu sungguh luar biasa, dan "membuat orang bisa bahagia karena kita itu lebih baik dari pada kita bisa bahagia tanpa orang yang kita cinta".

Kita kan selalu merasa bahagia bersama cinta.