Menyambut tahun baru sudah
menjadi rutinitas dan itu di tunggu tunggu bagi setiap orang, berbagai macam
cara orang untuk menyambutnya.
Planing atau rencana sudah di
susun dari jauh jauh hari, agar nantinya pas jatuh hari nya tidak terkesan
mendadak atau terburu buru.
Ada yang memiliki rencana sekedar
makan makan bersama keluarga, ada yang hanya berdiam diri di rumah karena tidak
punya kekasih, bahkan ada yang memiliki rencana jalan jalan hingga keluar negri
bersama orang yang di cintai.
Contohnya aku, yang dari tahun ke
tahun selalu di lewati dan itu betul betul terlewatkan tanpa ada rencana atau planning
untu menjemput hal yang baru.
Karena memang dari tahun tahun
yang lewat aku jalani sendiri tanpa ada orang yang special dalam hidup
keseharianku.
Memiliki keinginan bisa jalan jalan ke luar negri
itu mimpi di siang bolong yang selalu teringat, dan mana mungkin aku bisa jalan
jalan sejauh itu, secara aku hanya orang kampung yang tidak pernah gaul.
Tapi tahun baru ini ada yang
berbeda dalam perasaan hati kecilku, ada hal yang terbaru buatku, rasa syukur
dan terimakasihku kepada yang kuasa aku panjatkan, karena telah datang
seseorang yang menghampiri ke dalam hatiku.
Rencana untuk mewujudkan mimpi
itu semakin kuat setelah datang seorang yang special dalam menemani hidupku
itu, yaitu jalan jalan ke sebuah Negara yang terkenal tempat untuk jalan
jalanya.
“Berdua lebih baik dari pada
sendiri” kata kata itu memang benar setelah sekian lama beberapa temanku
memberitahu agar aku jangan terlalu lama menyendiri.
Singapore adalah Negara tujuan
aku yang sudah aku impikan sejak lama, hingga membayangkan betapa indahnya jika
bisa jalan ke negri singa itu berdua bersama seseorang yang dicintai.
Bisa berjalan bergandengan
tangan, makan berdua, duduk di sebuah taman yang romantis hingga foto2 berdua
di sebuah tempat yang bisa menjadi kenangan terindah.
Alhamdulillah belum lama ini
mimpi itu bisa aku wujudkan berkat kesabaran yang selama ini aku jalani,
bersama seseorang yang aku cintai dan aku yakin waktu akan aku miliki,
menjelang hari keberangkatan hujan mengguyur di sepanjang hari, dari pagi
hingga malam hari.
Sungguh sangat risau pada malam
menjelang esok paginya karena sudah tak sabar untuk segera menyambut pagi,
sampai sampai tidur pun tak sempurna miring ke kanan miring kekiri tidurnya
tidur ayam kata orang kampung, mata merem tapi hatinya melek.
Pesawat keberangkatan jam 07.00 waktu Jakarta,
tapi sudah antisipasi bangunya tidak boleh terlambat, saking gak sabarnya jam
02.00 pagi dini hari sudah bangun hitunganya hampir gak tidur itu, mandi tengah
malam itu namanya jarang jarang sekali sungguh tidak biasa, tapi itulah namanya
mensyukuri suasanya yang sedang berbunga.
Juga khawatir karena apa yang
akan terjadi jika hari keberangkatan itu tertunda akibat hujan dan banjir, “semoga
dalam perjalanan nanti tidak ada halangan apapun” doaku demikian dalam hati, lagi
lagi Tuhan masih sayang kepadaku doaku terkabulkan berangkat dari Jakarta dengan
cuaca yang begitu cerah tak ada mendung, gerimis apalagi hujan.
Hati berdebar dan tangan
berpegang sangat erat ketika pesawat takeoff dari bandara Soekarno Hatta,
maklumlah aku kan orang desa yang biasanya naek becak tinggal dorong aja udah
bisa jalan.
Hati ini juga masih berdebar apa
dan bagaimana nantinya setelah sampai di negri orang bisa apa enggak
beradaptasi dengan orang sana, ternyata benar setelah sesampainya di imigrasi Changi
Airport tidak semulus apa yang aku bayangkan, sedikit miscommunication terhadap
petugas imigrasi, tapi bisa aku atasi dan akhirnya selamat bisa masuk ke Singapore
dengan hati yang lega.
Regulasi haruslah tetap di
junjung tinggi dimanapun dan oleh siapapun, kalau sesuatu yang di larang ya
jangan sekali kali di sepelakan karena akan berakibat buruk untuk diri dan masa
depanya, inilah yang harus kita cermati dalam menyambut tahun baru dengan
harapan yang baru juga.
Tidak ada uang tunai dalam system
transportasi di Singapore, semua pembayaran melalui mesin dan card untuk akses
keluar masuk MRT atau kereta api maupun bus, seperti itulah cara di Negara maju
melakukan transaksi, bagaimana dengan di kampung saya?
Menaiki MRT dari Airport menuju
tempat penginapan, sempat menyita perhatian di sepanjang perjalanan dengan
pemandangan sebuah kota di Singapore yang begitu rapih bersih tidak ada ojek,
tidak ada becek dan macet.
Istirahat sejenak di sebuah hotel
kami hanya sekedar menaruh tas pakaian kemudian mandi untuk menghilangkan
keringat, lanjut jalan ke beberapa lokasi karena sudah tidak sabar lagi untuk
memenuhi rasa yang tersimpan dalam penasaran.
“akhirnya sampai juga ke tempat
yang di idam idamkan” rasa bangga dalam hati, itu yang aku rasakan dan
terpancar pula pada muka pendamping setiaku, lalu kami melampiaskan rasa bangga
itu dengan berfoto bersama untuk jadi kenangan yang tak kan pernah terlupakan.
Menghabiskan waktu bersama orang
yang di cintai itu sangat penting, jalan menuju tempat yang tampak jauh
sekalipun tak terasa lelah karena itulah rasa senang dalam hati yang di
kembangkan oleh bersama.
Waktu terasa singkat dan tak
terasa matahari masih menyengat tetapi waktu sudah menuju malam, akhirnya kami
harus kembali ke tempat peristirahatan dan menikmati malam malam yang indah bersama
di sebuah lorong geylang rd.
Lanjut di keesokan harinya di keseharian tempat wisata universal studio Singapore
adalah tujuan utamanya, aku merasa sangat bahagia dan merasa bisa membahagiakan
orang yang aku sayang itu sungguh luar biasa, dan "membuat orang bisa bahagia
karena kita itu lebih baik dari pada kita bisa bahagia tanpa orang yang kita
cinta".
Kita kan selalu merasa bahagia bersama cinta.

