Senin, 26 November 2012
Selasa, 20 November 2012
Malam pertama.
Dunia semakin terang dari sinar
mentari yang terus menyinari hati di pagi hari menghangatkan jiwa yang sedang
sendiri, malampun bergganti dengan senyuman bulan yang belum sempurna menjadi
purnama.
Hari itu memang sedikit menyimpan
rasa penasaranku kepada seseorang yang baru aku kenal dari “dutabel” alias
dunia tanpa kabel alias profider telekomunikasi yang kemudian tersambung dengan
sms an begitulah kira kira ceritanya.
Ceritanya aku punya teman,
temanku punya teman lagi, temanya temenku yang tadi memperkenal aku dengan
temanya temanku.
Kita harus merajut tali
pertemanan, karena itu kita wajib mengunjungi dari teman yang satu ke teman
yang lainya agar tercipta sesuatu yang indah.
Sengaja aku datang ke kotamu waktu
itu karena aku rindu denganmu, aku tancapkan tekad untuk berangkat kereta
bergerak laju dengan tepat waktu, aku duduk di eksekutife satu sambil
membayangkan wajahmu.
Pemandangan persawahan dan
rerumputan yang kering pun terasa sejuk dan lebih hijau di mata karena hati
yang sudah terhipnotis oleh perasaan yang ingin segera sampai di tujuan.
Kereta berhenti dengan hati hati,
terasa sedikit panas udaranya setelah aku keluar dari gerbang stasiun kereta,
tapi cuaca itu mampu di redakan dengan tukang tahu gejrot yang ada di samping
pintu masuk stasiun.
Aku lihat dengan asiknya pak
gejrot tadi sedang mengayunkan tanganya di sebuah cobek kecil yang terbuat dari
tanah, terlihat beberapa biji cabai rawit kemudian di kasih kuah lalu di
siramkan ke tahu yang di iris kecil kecil…
hemmm sedikit ngiler nih kelihatanya hahaa..
Cuaca panas di tambah makan tahu
gejrot yang hot, baju pun basah kuyub karena keringat akibat kuah yang super
pedas, justru itu menambah aku semangat untuk melangkah menyambut malam
pertama.
Menunggu di muka pintu lalu menyapa
seorang gadis dari balik kaca mobil yang gelap, aku tatap mukanya, aku salam lalu
sambut tangan sedikit berdebar dalam dada... hadeuhh geulis pisan euy
(tersenyum dalam batin karena bangga bisa ketemu)
Lanjut jalan jalan bersama membuat
kenangan, jalan sepanjang jalan sambil mencari tempat yang pas dengan suasana
di hati, lalu duduk satu bangku kau dan aku menyatu di malam minggu yang terasa
haru.
Dari atas permukaan tanah dengan
ketinggian miring alias di tebing, kami pun berencana menghabiskan malam sambil
melihat pemandangan gemerlapnya sebuah kota yang terletak 3 jam ketimur dari
ibu kota Jakarta, padahal pemandangan kalau di siang hari tu terlihat begitu
gersang dan panas kata temen yang setia menemaniku hingga larut malam.
Tapi dari kegersangan itu berubah
menjadi malam pertama yang begitu romantic, bersama neng geulis dengan sebuah
klapa manis, sebuah lilin di atas meja dengan sedikit tiupan angin yang semilir
menghampiri fikiranku untuk mencoba membuka awal pertemanan untuk selamanya…
kaya lagi acting sinetron aja haha..
Malam itu sempat membuatku
terpancing untuk memperpanjang waktu, ibarat permainan sepak bola yang belum
final pada menit terakhir iya memang karena terasa waktu Cuma sebentar padahal
sudah makan dan ngobrol panjang kali lebar hasilnya samadengan masih penasaran.
Namun apa boleh buat waktu yang
singkat aku harus mempersilahkan neng geulis yang setia itu segera kembali kepada
kedua orangtuanya.. kaya lirik lagu aja.
Aku rasa itu adalah satu permulaan
yang tepat di malam pertama, itu sebuah pertemanan karena mendapat respon yang baik, jika tercipta malam pertama
maka di pastikan akan ada malam kedua, ketiga dan selanjutnya, semoga rasa
penasaranku tak akan hilang sampai kapanpun karena aku akan menunggu malam
malam selanjutnya, karena mungkin suatu hari nanti kita kan bisa bersama untuk
selamanya.
Indahnya bersamamu.
Senin, 12 November 2012
Apakah itu teman?
Teman
adalah seseorang yang kita kenal dan seseorang yang bisa kita jumpai disaat
tertentu atau tidak selamanya kita jumpai.
Mencari
teman itu mudah bahkan sangat mudah, kita cuma menemui orang yang tidak kita
kenal, lalu mengajaknya kenalan, ketika sudah kenal maka ia sudah bisa kita
anggap sebagai teman.
Teman
adalah orang yang paling dipercaya, yang bisa diajak cerita tentang masalah
kita, yang ada di saat kita butuh atau bahkan saat kita tidak butuhpun teman
ada disamping kita untuk selalu menemani kita.
Seorang
teman sejati sulit sekali untuk kita cari atau kita jumpai, apalagi menjadikan
sahabat dari teman memang tidak semudah seperti menjadikan orang yang belum
kenal menjadi teman.
Teman
itu tempat curhat, ngga ada istilah stress ketika dirundung masalah, seberat
apapun masalah itu kalau kita punya teman pasti akan terasa ringan.
Dalam
hal ini teman bisa menjadikan sebagai tempat berbagi cerita, tempat untuk
curhat, kita bisa ngungkapin semua perasaan kita selain kepada keluarga yaitu kepada teman kita.
Teman
itu orang yang nyambung diajak ngobrol, enak diajak diskusi, teman berbincang
yang menyenangkan dan semua itu akan tercapai manakala kita bisa saling mengenal.
Teman
itu orang yang dengan kelapangan hatinya bisa mengerti kita, dengan keterbukaan
tangannya bisa menerima kita apa adanya, tanpa pernah berusaha mempengaruhi
apalagi mengubah keadaan kita.
Jika
ada orang yang sudah kita kenal dan rupanya memiliki niat untuk mengubah keadaan yang pada
akhirnya perubahan itu menjadikan sebuah pertentangan apakah itu yang di sebut
teman?
Ingat..!
Meraih untuk menjadi teman itu lebih mudah dari pada mempertahankan tali pertemanan.
Kamis, 08 November 2012
Sabar menanti.
“Walashri” yang artinya demi
waktu Ashar, kalau di terjemahkan kedalam bahasa indonesianya kurang lebih
adalah demi waktu yang sudah sore.
Ada apa dengan waktu yang sudah
sore? Dalam dunia dagang waktu yang sudah sore itu waktunya hitung hitungan
antara laba dan rugi.
Disanalah titik penentuan dalam
satu hari perputaran apa yang dia usahakan maka pada sore harinya bisa di lihat
atau dirasakan hasilnya.
Disitulah peran sabar sangat
menentukan, karena jika tidak maka dipastikan tak akan mendapatkan apa apa. Karena
dengan kesabaran itulah kita bisa mendapatkan apa yang kita do’a kan dan di
usahakan.
Sabar dalam hal ini adala bukan
hanya pasrah menerima apa adanya, kalau kata orang dulu “sabare ngelus elus
dada”. Apa yang terjadi jika dadanya terus
di elus elus? Yang pasti tidak akan terjadi apa apa dan tidak akan mendapatkan
suatu perubahan yang pasti.
Nah itulah yang di sebut manusia
yang rugi, karena tidak ada ikhtiar untuk melakukan suatu hal yang harus di
lakukan untuk persiapan di hari esok.
Karena waktu terus berputar,
terus bergerak maju dan tak kan pernah mundur, dan kita tak kan pernah bertemu
dengan hari kemaren lagi.
Orang tua selalu mengajarkan
kepada kita untuk terus bersabar dalam menghadapi sesuatu hal yang tak
terpecahkan pada saat itu.
Karena sengaja Tuhan menguji kita
dari cara apa yang kita tak mampu pada waktu itu, yang sesungguhnya di balik kesabaran
yang di rencanakan oleh Nya terkandung sesuatu yang indah.
Aku tak takut kehilangan apa yang
aku miliki, namun yang aku takutkan hanyalah jika rasa kesabaran itu sirna
dariku, secara gitu makhluk Tuhan yang paling ganteng seperti saya ini sudah terlalu
banyak cobaan dan ujian, jika aku tak sabar apa kata dunia.
Iya memang saat ini kita terpisahkan
oleh jarak dan tempat , kamu jauh disana dan aku yang jauh disini, jika kita di
beri pilihan, antara yang jauh dengan yang dekat maka yang pasti kita pilih
adalah yang dekat.
Di jaman sekarang tidak lagi
sulit untuk menjadikan yang jauh untuk menjadi dekat karena ada klik, klik di hand
phone, klik di online dan yang lainya untuk terus bisa komunikasi.
Jika satu hari, dua hari gak ada
telpon ataupun sms ya biarkan saja, berarti dia yang di sana sedang menguji
kesabaran kita atau memang tidak punya pulsa.. positive thinking saja, karena aku
kan sabar menantimu disini.
Langganan:
Komentar (Atom)

