di setiap perempatan jalan raya pasti ada rambu rambu lalu lintasnya, apalagi seperti di Jakarta ini, ada pengatur lalulintasnya saja masih macet, apalagi kalo gak ada, gak usah anda bayangkan lebih baik pulang kampung saja.
Lampu merah, lampu kuning dan lampu hijau itu yang sering aku lewati setiap perempatan jalan, setiap hari, dan setiap kapan saja sesuka saya.
Tapi yang jadi pertanyaan buat saya kenapa orang jika memberikan arah petunjuk jalan selalu bilangnya lampu merah lalu belok kanan, belok kiri atao yang lainya?
Padahal kan lampunya tu ada tiga warna, dan belum tentu lampu yang di tunjuk itu warna merah bisa juga warna kuning, atao pas warna hijau yang sedang menyala. aneh.??
Matematik lampu merah.
tidak semua orang suka dengan pelajaran matematik, rumus yang rumit, susah di mengerti sehingga mendapatkan nilainya sedikit, contohnya seperti saya.. hufftth. tapi sesungguhnya ilmu matematika adalah ilmu dasar karena kita hidup ini penuh dengan transaksi dan spekulasi.
tidak sedikit orang yang menggunakan cara spekulasi guna mencukupi kebutuhan hidupnya, dari kalangan rekening yang membengkak hingga golongan orang yang gak punya rekening, masing2 mereka punya cara tersendiri untuk mendapatkanya.
Orang yang rekeningnya mendadak membengkak apabila ia mendapatkanya lampu hijau menyala, kita tau bahwa lampu hijau nyalanya sebentar di bandingkan lampu merah menyala yang lebih lama, jadi orang itu pintar pintar untuk memanfaatkan keadaan dan jabatanya sebelum lampu merah menyala.
Orang yang gak punya rekening alias pengemis pengangguran dan miskin, mereka memanfaatkannya pada lampu yang sedang menyala merah, karena agak lama maka ia menghitung berapa jumlah mobil yang berhenti dan ia mintai pada waktu itu.
Hitunganya kira2 begini.. lampu merah menyala jika di ambil rata rata setiap 60 detik atau 1 menit satu kali, seumpamanya dalam setiap lampu merah yang menyala mereka menghampiri rata rata berjejer 2 mobil yang ada di kanan kirinya dan berderet 10 mobil ke belakang berarti ada 20 mobil.
Sedikitnya pada kesempatan itu separuhnya yaitu 10 mobil memberikan masing masingnya Rp 500 (Lima Ratus Rupiah), uang recehan yang di anggap kecil jaman sekarang, berarti 10 mobil X Rp 500 sudah terkumpul Rp 5000 (Lima Ribu Rupuah) per menit atao dalam satu kali lampu merah menyala.
Selanjutnya, satu jam ada 60 menit, berarti kan sama dengan ada 60 X lampu merah itu menyala, kalo di hitung jadinya 60 menit X Rp 5000 = Rp 300,000 (Tiga Ratus Ribu Rupiah) per jam.
Setiap hari mereka rutin melakukan aktifitasnya sama halnya mereka yang ada di dalam gedung gedung bertingkat, jika mulai start di lampu merahnya pagi misalkan jam 8 sampai dengan jam 19 sore di potong 1 jam istirihat makan siang berarti 10 jam operasional setiap harinya, maka pendapatanya dalam satu hari adalah 10 jam X Rp 300,000 = Rp 3,000,000 (Tiga Juta Rupiah)per hari.
Sabtu minggu mereka libur karena sepi pengendara mobil menurut prediksi mereka, jadi 5 hari operasional dalam seminggu, atau 20 hari operasional dalam satu bulan, mereka dapat menghasilkan gaji sendiri dalam satu bulan yaitu 20 hari X Rp 3,000,000 = Rp 60,000,000 ( Enam Puluh Juta Rupiah ) per bulan.
Nah kalo setahun berarti 12 bulan X Rp 60,000,000 = Rp 720,000,000 (Tujuh Ratus Dua Puluh Juta Rupiah) per tahun, itu kalo di jalankan dengan lancar tanpa halangan, seumpamanya apes apesnya ketangkep sama orang yang berseragam ya paling paling cincaylah kasih rokok sebatang juga diem.
Jadi apa bedanya pemilik rekening mendadak membengkak dengan pengemis jalanan lampu merah mereka sama sama uangnya banyak, yang beda cuma caranya yang sama adalah mentalnya.
Selasa, 24 Januari 2012
Senin, 02 Januari 2012
Tahun depan kawin .. #part2
Sepanjang jalan mereka buat kenangan, di
pasir putih yang bersih di ukirnya nama mereka tapi air laut menghapusnya.
di pohon yang rindang dia juga ukir namanya
berdua tiba2 berubah menjadi tiang besi berbalut beton sebuah bangunan.
di rupiah uang kertas pun mereka tandai
nama masing2 yang pada akhirnya hilang
karena di korupsi.
tapi
cintanya tak kan pernah hanyut walaupun di terjang banjir kiriman dari bogor.
masuk tahun 2007 tak ada perkembangan gaji
buat vany, dengan alasan bisnis tahunan perusahaanya menurun di banding tahun
lalu
sambil menunggu moment yang tepat cv telah ia
kirimkan ke beberapa perusahaan yang sedang mencari kandidat baru, janji vany
jika ada yang menerimanya maka ia akan segera keluar dari perusaanya.
akhirnya sebuah golf club di bilangan
soekarno hatta cengkareng memanggil untuk interview buatnya sebagai
manager pemasaran, vany meminta ijin sama
mas rey sekaligus minta di antarkan ke kantor yang memanggilnya karena memang
dia belum tau lokasi yang akan di tuju.
dengan senang hati ia menerima pekerjaan tersebut,
namun dalam hati mas rey tidak yakin dengan keadaan lingkungan di sana, banyak
caddy yang cantik lagi menarik gaya dan cara berbusananya terlihat sangat
menjual lagi terlihat bebas dalam pergaulanya, apa memang begitu seharusnya,
apa memang dia kali pertama mengenal lingkungan club golf.
dengan tatapan matanya ke arah para caddy dalam
fikiran mas rey sedikit ragu “ apa mungkin vany bisa bertahan ataukah ia akan
terkontaminasi dengan keadaan di sini”.
melihat raut muka mas rey yang menunjukan
keraguanya vany pun memahami itu “ tenang aja mas, vany bisa jaga diri kok yang
penting mas rey doain aja yang terbaik buat aku” pintanya.
dengan cepat vany beradaptasi dengan
lingkungan pekerjaan di golf club, sehingga banyak orang yang cepat akrab
denganya baik itu cewek maupun cowok, karena memang seorang vany itu sangat
supel mudah untuk bergaul, banyak moment juga banyak tournament sehingga ia
jarang sekali pulang awal.
pada bulan akhir tahun dua hari menjelang
hari raya idul fitri, hari kemenangan, hari kembali kepada fitrahnya, dengan
menggunakan bus damri dari stasiun gambir – lampung vany pulang dengan membawa
rasa gembira karena akan berkumpul dengan keluarga pada hari yang di tunggu2
oleh umat muslim sedunia.
demikian pula mas rey yang pulang pada
malam takbir masih mengantri untuk mendapatkan bus ke jawa tengah di terminal
lebak bulus Jakarta selatan, rupanya vany sangat menghawatirkan keadaanya
dengan berkali kali ia kirim sms hati2
di jalan agar selamat sampai di kampung halaman dan bisa bertemu orang tuanya
yang hanya seorang ibu dan kedua adiknya.
lebaran telah tiba rumah vany pun banyak
berdatangan tamu yang kebanyakan teman masa sekolah dulu hampir rata2 sudah
pada punya anak “ wah sudah pada gendong anak semua nih, tinggal aku sendiri
yang belum” .. iya nih vany kapan kawin? obrolanya mereka.
“Insya Allah tahun depan” jawab vany dengan
rasa percaya dirinya, dan di aminkan oleh teman2 nya sambil menanyakan “ kapan
calonya mau di bawah kesini?”.. kamu tuh sudah terlalu banyak dan terlalu
sering di permainkan sama laki laki, jadi kamu harus mintalah sama cowok kamu
yang sekarang kapan mau di nikahi.. mereka pada bergunjing tenatang masa lalu
vany.
astaghfirullahalazim.. lebaran kali ini
kayanya bukanya malah terbuka fikiran dan mata hatinya tapi malah nambah ruwet
nih.. masya Allah mana papa sama mama lagi pada gak akur, mama banyak diem papa
juga gak tau lebaran di mana kok gak ada di rumah terus nih dari kemaren ada
masalah apa ya. Vany merenung di dalam kamar tidurnya sendirian sambil menatap
langit2.
Seberapa kuatkah perasaan seorang wanita
jika menghadapi satu permasalahan rumah tangganya? menangis dan menangis itu
yang paling bisa di lakukan dan tidak bisa berdaya sedikitpun hanya pasrah dan
berharap waktu yang akan merubahnya ketika mamanya vany mengalami permasalahan
dengan suaminya.
tidak banyak vany memberikan support kepada
mamanya agar tidak terlalu di ambil pusing untuk menghadapi masalah rumah
tangga dan keluarganya dan jangan sampai berlarut larut dalam kesedihan, maksud
dalam hatinya.
seminggu kemudian waktu libur bersamapun
sudah selesai, yang seharusnya vany sudah sampai di Jakarta mengingat hari esok
sudah mulai kerja lagi ternyata tidak ada berita dan kabar yang di terima mas
rey, ia cari ke kost di daerah tomang jakarta barat namun kata teman sesama penghuni kost bilang belum datang ke
Jakarta.
setelah pergi kemana2 untuk mencari tahu
penyebab vany belum datang ke Jakarta akhirnya mas rey mendapatkanya dari
kiriman pesan yang masuk di email nya, yang isinya mengatakan bahwa dirinya
belum sempet balik ke Jakarta di karenakan ingin membantu penyelesaian
permasalahan rumah tangganya antara papa dan mamanya, yang pada ahirnya kedua
orang tua mereka menyelesaikanya dengan cara bercerai.
bagaimana perasaan dan sikap vany setelah
terjadi perceraian kedua orang tuanya dan bagaimana kelanjutan hubunganya
dengan mas rey?
berambung...
Langganan:
Komentar (Atom)
