Senin, 14 November 2011

Kelaut aku kan kembali.

tak terasa sudah waktu begitu cepat berlalu, seperti di dalam kapal yang sedang berlayar di tengah samudera tidak terlihat berjalan tiba2 melintasi dari pulau satu ke pulau yang lainya

apa sebab karena dia terus bergerak berjalan maju dan sedikit berhenti 

dulu kita yang berjalan bersama2 mengarungi waktu tanpa henti menghadapi ombak dan badai kehidupan
dari ombak dan angin yang semilir yang mampu membuat kita lupa daratan sampai ombak yang menakutkan 

yang pada akhirnya kau tak tahan menerima kenyataan itu menyerah pasrah terhadapku dan kau katakan “mending kelaut aja lo”   

aku terima semua itu dan kini aku jalani kehidupanku di laut sesuai keinginanmu karena sudah menjadi bagian dari kehidupanku yang faham dengan perjalanan arti  hidup

memang sangat manusiawi jika seseorang meninggalkan dan di tinggalkan sesaat atau lama lalu merasakan suatu  kerinduan

mungkin kau telah melupakan aku yang kelaut tapi itu tak apalah buatku kini aku kirimkan kabar lewat angin laut bahwa aku yang tengah merindukan kamu
aku yang merindukan suasana kebersamaan, makan2 bersama, jalan2, berbagi cerita bersama sama, apakah kamu juga sama merindukan itu?

jika kau merasakan hal yang sama maka pasti akan tercipta suasana kemesraan yang luar biasa dalam hidup ini nantinya

rasanya begitu indah jika bisa berbagi kerinduan dan bisa melepaskanya bersama di tepi pantai sambil menyanyikan sebuah lagu kerinduan

kau yang tertawa dan aku yang tersenyum suasana itu yang bisa menyentuh dan membawa kita ke dalam kebersamaan

jika kau tanyakan seberapa rasa rinduku padamu, maka aku jawab  rinduku padamu seindah lagu “kelaut aku kan kembali … apapun yang akan terjadi..”

semoga lagu itu bisa menjadi harapan ku untuk segera bertemu denganmu, sampai jumpa.