Jumat, 08 Juli 2011

Terbakar dan ikut prihatin

rabu pagi 6/7 saya sampai di kantor duduk sejenak sambil menunggu temen yang dateng

tidak lama kemudian saya terima telpon dari temen katanya dia minta ijin tidak masuk kerja

“cokro, saya ijin gak masuk ya hari ini” kabar dia lewat handphone

“gak masuk kenapa pak?” saya balik tanya,

“rumah saya kebakaran” jawabnya singkat

Astaga.. kaget dalam hati, saya sebagai temen merasa down mendengar kejadian seperti itu

Kejadianya rabu pagi sehabis subuh, lebih dari 60 rumah habis terbakar, salah satunya adalah rumah temen kita namanya pak yadhi

Beruntung rumahnya tidak seluruhnya terbakar hanya atapnya saja dan ada beberapa bagian yang terkena semburan api

Saya sebagai temen yang tidak bisa membantu secara materiel tapi setidaknya ingin meberikan support supaya sabar menghadapi cobaan ini

Hari itu saya gak bisa dateng kesana, jadi kamis sore saya baru nyempetin untuk liat keadaan kondisi keluarga dan rumahnya

Cukup memprihatinkan keadaanya, atap rumahnya terbakar yang sampai 2 hari lewat belum tertutup oleh satu gentengpun

Beresiko kalau turun hujan, di tambah listrik pun belum tersalurkan, jadi kalau hujan kehujanan kalau malem kegelapan

Kita bisa bayangkan seandainya kita yang terkena musibah ini, barang2 pakaian, buku2 anak sekolah dll, semua ikut terbakar, uang sudah tidak punya, bagaimana perasaannya?

jawaban yang ada dalam hati kita itulah perasaan yang sedang di alami oleh temen kita, ikut sedih dan prihatin mari kita sama2 suport tolong dan bantu temen kita

kalau bukan kita sebagai temen yang menolong lalu siapa lagi, karena kitapun juga butuh pertolongan jika kita yang terkena musibah, temen dan tetangga yang kita minta tolong

“dunia adalah cermin akhirat” artinya jika di dunia kita menolong orang yang dalam kesusahan maka imbalan di akhiratnya pun akan setimpa, kita akan di tolong oleh orang2 yang pernah kita beri tolong.