Padahal rencana awalnya jika bursa efek Indonesia meliburkan pada tanggal 3 juni mau berlibur ke pulau seribu ternyata T+3 bursa jatuh pada tanggal tersebut, yahh kita gak jadi liburan di pulau seribu dehh… keluh temen2
Tapi gak apa2 masih ada rencana B, tidak ada kata batal berlibur, tetep berangkat dan cabut ke puncak cuy.hujan deras mengguyur kota bogor, badan terasa menggigil perutpun ikut menggigil
berhenti dan isitirahat sejenak di daerah batu jajar makan nasi goreng kambing pete sambil menunggu hujan reda… hemm mantab
Memang benar bogor itu kota hujan, apa kebetulan saja ya aku lewat sana pas hujan, tapi di pikir2 kalo gak hujan siapa yang menyirami kebon raya bogor ya hehehe..
Ramainya kendaraan bermotor yang mayoritas warga Jakarta memadati sepanjang jalan raya menuju ke puncak aku pun harus berhati hati karena sudah malam, hujan jalanan licin dan rawan kecelakaan
Memang bener bener puncak setelah aku sampai paling atas, puncak di ketinggian, puncaknya malam jam 00.30, puncaknya mata ngantuk, puncaknya suasana dingin
Bang, di sini dinginya kaya di puncak ya? Tanyaku, Ini udah sampai di puncak cuy gak sadar lo? Jawab seorang abang yang memiliki julukan “perkasa alias peria kain sarung” yang perutnya kaya bedug... hehe jangan tersinggung bang kita kan sedang berlibur.
minum yang hangat hangat namanya sekuteng yang jelas rasanya jahe pake susu ada rotinya... hemm enak sambil melihat pemandangan kota bogor dari ketinggian di malam hari
dari atas puncak sungguh menakjubkan bagi yang masih penasaran coba aja deh satu malam, di sana tidak usah khawatir mau tidur di mana Karena di sana banyak tawaran vila harganya pun relative tergantung kamar dan fasilitasnya
perjalanan dari Jakarta jarak tempuhnya kira kira 85KM dan lebih dari 3 jam karena harus berhenti dan menuggu hujan sekitar jam 02.30 aku pun turun, berniat mencari penginapan untuk istirahat, bersyukur ada temen orang puncak yang punya vila tidak kalah bagusnya denga vila yang lainya
berapa aku harus bayar semalem nih mang? Sama mas cokro mah gak usah bayar kita kan temen.. jawabnya dengan baik hati, jadi free gak usah pake bayar hehe.. maturnuhun mang.
dalam perjalanan aku lihat papan reklame menunjuk ke lokasi wana wisata curug 7 cilember atau air terjun 7 sumber mata air rasa penasaran ingin melihat kesana, lokasi curugnya jauh gak mang dari sini? Aku tanya… deket kok mas, jalanya juga udah bagus, jawabnya.
Kalo gitu boleh gak besok pagi anterin aku ke sana? Boleh, mamangnya sambil tersenyum. Orang puncak ramah ramah lho.asiikk.. aku pikir sekalian aja jalan ke tempat wisata lainya mumpung masih di puncak
Curug 7cilember, kata warga sekitar sana memang ada tujuh curug dalam satu lokasi, aku cuma sampai di curug satu aja gak menyambangi yang lainya
Sebab yang 6 lagi adanya di atas rasanya gak sanggup, kaki gemeteran badan lemes kurang tidur, tapi setidaknya dengan cuci muka air curug dan udara yang sejuk membuat mata seger lagi
Hahh.. badan fress setelah merasakan kesejukan suasana malam puncak dan pagi di curug 7 cilember terasa betah di buatnya
Hari sudah mulai siang dan harus segera pulang ke Jakarta mengingat besoknya harus masuk kerja lagi walaupun tidak ada hari kejepit tapi perasaanku sudah lega menikmati liburan di puncak dan sekitarnya
o iya satu lagi yang sudah menjadi tradisi jika kita pergi ke tempat wisata yaitu ke tempat pasar souvenir nah tempat ini yang tidak pernah terlewatkan
sekedar oleh oleh cinderamata khas dari puncak bogor untuk kenang kenangan dan banyak pilihanya, jajananya pun banyak ragam ada asinan, ada laksa bogor hemm pokoknya enak deh.
Perjalanan pulang dapat aku laporkan arus lalu lintas sepanjang jalur puncak menuju bandung “padet merayap” demikian juga sebaliknya “ merayap padet”
Sungguh terasa liburan di puncak, bener bener puncak euyy… puncaknya kemacetan. Sampai jumpa lagi di puncak satu malam.