subang – jawa barat bisa jalan2 bareng adalah hal yang paling menyenangkan dan juga penting
di sisi lain bisa membuat hati dan fikiran mencair ke dalam perdamaian
kamis malam 21 April menjelang “good Friday” aku bersama temen2 touring tujuan subang jawa barat
lokasi tujuan kami antara lain yaitu, kawah tangkuban perahu, pemandian air hangat ciater, dan air terjun cijalu
starter dari menara palma kawasan kuningan jam 19, di awali dengan malam yang cerah
melalui cawang, kalimalang, bekasi, kemudian istirahat sejenak di karawang sambil isi perut tapi gak pake goyang
melanjutkan perjalananya melalui purwakarta dan sampai di subang tepatnya di desa sukamandi
sekitar jam 01.30 dini hari kami baru sampai disana dengan jarak tempuh jakarta - subang lebih dari 130 km dan lebih dari 6 jam
desa sukamandi lebak adalah desa tempat transit kami karena di sana ada rumah kediaman seorang sahabat yang baik hati
sang empunya rumah yang sangat ramah menyambutnya dengan hidangan makan malam
selesai makan sekitar jam 02.30 kami di persilahkan untuk beristirahat
jum’at pagi di curug cijalu
menyambut pagi dengan uda
ra yang sangat dingin kira2 kurang dari 10”cc membuat badanku terasa menggigil
walaupun sudah berolah raga tapi tak setetespun keringat yang jatuh dari kulitku
curug cijalu memang berada di pelosok desa yang lumayan jauh tapi tempat ini tidak sepi dari pengunjung
jum’at sore di pemandian air hangat ciater
lepas maghrib kami berangkat ke pemandian air hangat ciater tapi tidak lama kami berjalan tiba2 hujan, di tunggu lama di tunggu hujan tak berhenti juga
akhirnya terpaksa dengan melawan hujan kami pun terus melanjutkan perjalanan
toh nanti di sana bisa langsung berendam dengan air hangat pasti akan hilang rasa dinginya, kata seorang teman yang setia mengikuti kemana kami akan pergi
rasa dingin dan penasaranku pun terbayar sudah ketika aku berendam di air belerang mata air yang bersumber dari kawah tangkuban perahu
2 jam lebih tidak terasa saya be
remdam sambil memejamkan mata lalu aku tengok kanan kiri
Rupanya sudah tak ada seorangpun temanku yang bersama2 berendam gak taunya mereka sudah berbenah diri untuk segera pulang karena hari sudah malam
Mampir di warung kecil sebelum pulang, biasanya kalo di Jakarta makan sate pake lontong atau nasi
tapi di subang makan sate pakai ketan bakar makanan kebiasaan orang subang tapi itu tidak kalah nikmatnya
sabtu pagi di kawah tangkuban perahu
tak sabar menunggu pagi dan aku pun bangun lebih awal di bandingkan temen2ku yang lain
jam 04 pagi aku bergegas menuju masjid untuk melaksanakan sholat subuh sambil berdoa agar di lancarkan segala sesuatunya untuk hari esok yang akan datang
jam 07 pagi matahari suda
h terasa hangat sepakat untuk berangkat menuju kawah tangkuban perahu
perjalanan yang penuh lika liku naik dan turun sungguh membuat kesan yang indah pada saat itu terasa betah di buatnya oleh pemandangan kota subang
kira2 kurang dari 500m aroma tak sedap dan menyengat menusuk hidung
itulah asap belerang yang mengepul dari kawah, menikmati keindahan dan keajaiban ciptaan Tuhan yang luar biasa bisa aku rasakan
setelah berkeliling2 melihat kawah sambil berphoto2 tidak ketinggalan pula oleh2 belanja souvenir dan yang lainya sebagai kenangan, kami pun segera turun melihat cuaca kabut tebal menyelimuti kawasan kawah dan akan segera turun hujan
tepat di pertengahan jarak antara kawah dengan pemandian ciater hujan deras dan kami berteduh di pinggir perkebunan teh, lagi2 melihat pemandangan yang menakjubkan indahnya daerah itu sungguh luar biasa
kenangan yang tak akan aku lupakan
Alhamdulillah semua ru
te sudah kami sambangi, kalo di tanya tempat mana yang paling mengesankan?
Aku jawab semua membuat aku terkesan, tapi hanya satu kenangan yang aku bawa pulang dan tidak akan pernah aku lupakan, kira2 kenangan apakah itu?
Sepulangnya dari rute terakhir yaitu dari kawah tangkuban perahu aku jatuh sakit
luka di beberapa bagian di badanku yang aku tidak tahu dari mana sebabnya membuatku demam dan sedikit pusing
sakit di kampung orang baru kali ini aku alami, sekeluarga dari rumah tempat aku menginap memberikan perhatian khusus kepadaku
lebih2 anak gadisnya yang cantik ikut memberikan perhatian membuatkan aku segelas susu dan memberikan obat, termikasih neng geulis akan aku jadikan kenangan yang gak pernah aku lupakan
mengingat minggu pagi harus segera pulang ke Jakarta aku coba konsentrasi untuk sembuh sebab kalo tidak aku gak kepikir apa yang akan terjadi
bersyukur minggu pagi badan sudah mulai sehat aku dan teman2 berbenah diri untuk segera pulang ke Jakarta berangkat jam 09 lebih dan sampai di Jakarta jam 14 lebih, Alhamdulillah akhirnyaa sampai juga di jakarta.
Terimakasih aku ucapkan kepada temenku yang paling baik a”idris, rika, beserta keluarga yang berkenan mempersilahkan aku untuk berkunjung kesana, kapan2 kita akan jalan bersama lagi.
“Jika ada sumur di ladang bolehlah aku menumpang mandi, jika ada libur yang panjang pasti aku akan datang lagi”.
Wasalam.


