Senin, 24 Mei 2010

aku tresno sliramu.. !


Kota Pekalongan, adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Batang di timur, serta Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat.

Pekalongan terdiri atas 4 kecamatan, yakni Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, Pekalongan Timur, dan Pekalongan Selatan.

Kota ini terletak di jalur pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Pekalongan berjarak 101 km sebelah barat Semarang, atau 384 km sebelah timur Jakarta.

Pekalongan dikenal mendapat julukan kota batik, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif.

Kota Pekalongan memiliki pelabuhan perikanan terbesar di Pulau Jawa. Pelabuhan ini sering menjadi transit dan area pelelangan hasil tangkapan laut oleh para nelayan dari berbagai daerah. Selain itu di Kota Pekalongan banyak terdapat perusahaan pengolahan hasil laut, seperti ikan asin, terasi, sarden, dan kerupuk ikan, baik perusahaan berskala besar maupun industri rumah tangga.

Makanan khas Pekalongan adalah nasi megono, yakni irisan nangka dicampur dengan sambal bumbu kelapa. Makanan ini umumnya dihidangkan saat masih panas dan dicampur dengan petai dan ikan bakar sebagai menu tambahan.

Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa religiusnya karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Ada beberapa adat tradisi di Pekalongan yang tidak dijumpai di daerah lain semisal; syawalan, sedekah bumi, dan sebagainya.

Syawalan adalah perayaan tujuh hari setelah lebaran dan sekarang ini disemarakkan dengan pemotongan lopis raksasa yang memecahkan rekor MURI oleh walikota untuk kemudian dibagi-bagikan kepada pengunjung.

Rabu, 19 Mei 2010

Bersatu kita teguh.. Bercerai kawin lagi, hahaha... (sahabat)


Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya…

Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.

Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan - dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis. Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.

Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.

Ingatlah kapan terakhir kali kamu berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping kamu ?? Siapa yang mengasihi kamu saat kamu merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kamu saat kamu tak bisa memberikan apa-apa ??

MEREKALAH SAHABATMU

Hargai dan peliharalah selalu persahabatanmu.

Senin, 10 Mei 2010

Memaknai hari lahir


Hidup ini adalah sekali dan hidup ini hanyalah sementara… pernyataan itu menurut saya “SALAH”.

Hidup bukan hanya sekali tetapi berkali kali dan hidup ini bukan hanyalah sementara tetapi panjang serat lama.

Jangan membuat kerdil pola pikir kita sebab masa depan dan generasi yang masih di belakang itu berawal dari kita yang memikirkanya, kalo bukan kita lalu siapa lagi?

Memaknai arti sebuah hidup banyak cara yang harus kita perbuat di dalam meningkatkan kwalitas kehidupan untuk diri juga menyangkut orang bersama, apa yang bisa kita perbuat maka perbuatlah selagi perbuatan itu di benarkan, berbuat untuk masa depan yang penuh kebahagiaan.

Bulan Mei ini adalah bulan di mana saya di lahirkan ke dunia, sudah tidak terasa sekian lama berbuat dan masih belum pantas untuk dapat bintang.

Apa yang saya perbuat sampai dengan saat ini belum berarti apa2 bagi diri saya apa lagi orang banyak, maka dari ini saya akan berdo’a mulai hari ini dan untuk masa yang akan datang, semoga apa yang saya perbuat lebih bermanfaat…

“..bismilahirahmanirahim.. “

ya Allah, ya Tuhanku... saya berdo’a kepada-Mu, terimakasih atas nikmat yang Engkau berikan selama ini kepadaku, nikmat atas usiaku yang masih Engkau pertahankan hingga detik ini.

Dan tak kan ada habis2nya waktuku tuk bersyukur kepada-Mu, tak kan pula berhenti mencari mardhotillah-Mu.

Ya Allah, ya Tuhanku… hari ini dan bulan ini adalah hari kelahiranku, lindungilah aku dan selamatkanlah aku dari segala kemurkaan2 yang tidak Engkau ridhoi.

panjangkanlah usiaku guna melangkah lebih jauh dalam menjalankan kehidupan di dunia-Mu, luaskanlah fikiranku guna meluaskan hablum min Allah wa hablum min Annas dalam setiap waktuku.

ya Allah, ya Tuhanku… terangilah fikiranku dalam setiap menjalankan segala usahaku yang baik dan benar yang penuh barokah serta besarkanlah hatiku guna menerima setiap cobaan dari-Mu.

Jauhkanlah dariku sifat sombong, tamak, kikir, iri dan dengki serta lainya yang tidak ada ridho dari-Mu, mudahkanlah dalam mencari rizki-Mu ya Allah guna melangsungkan hidup dan kehidupanku hingga akhir usiaku. Amin, Amin ya robal alamin.

Hadza wa Allohu yar a’na wa yah fa dzona walhamdulillahi robil alamin.

10 Mei 1979 – 10 Mei 2010
Cokro Pramono Hidayatullah