Selimut kabut tebal menyelimuti
pandangan dan fikiranku yang sedang pilu kala itu, Dumai adalah sebuah kota
tempat pengasingan perasaanku yang sedang terpaku.
Hampir semua yang di rencanakan
dan di kerjakan sama sekali tak ada perubahan untuk menjadi lebih baik, karena
tadi fikiran yang sudah terselimuti kabut emosi dalam hati.
Rasa kecewa, shok dan marah
adalah reflek dari apa yang di dengar, di lihat dan dirasa dari ketidak
sesuaian sikap itu sangat manusiawi.
Berefek kepada semua hal yang
menyangkut aktifitas keseharianya akan menjadi serba salah, karena
menjalankanya sudah tidak fokus lagi, dan itu rupanya berdampak sangat fatal
untuk masa depan setelah aku sadari dari kejadian itu.
Ku coba membanting dari kesalahan
itu dengan kebesaran hati yang masih kecil, karena hidup ini tidak akan bisa
berubah menjadi baik kalau terus menjalaninya dengan cara yang sama dengan masa
lalu itu rugi.
Tapi yang terpenting adalah kita sama
sama menyadari dari kesalahan apa yang ada dalam diri kita dan kekurangan dari
itu semua karena itu adalah proses kedewasaan sikap, dan bersama sama juga
dalam memenuhi dari kekurangan itu agar
tidak berat sebelah untuk melangkah ke depanya, sepakat untuk merubahnya
menjadi yang terbaik.
“jangan melakukan kesalahan masa
lalu di masa kini” agar kita bisa lebih cepat untuk mencapai kesempurnaan hidup
karena semakin hari kita akan menghadapi lebih banyak lagi persoalan yang baru,
yang belum pernah kita alami, dan itu pasti.
Keikhlasan, kesabaran, sadar akan
kesalahan yang telah di perbuat, kemudian memaafkan kesalahan itu sendiri dan
merubahnya menjadi sesuatu yang baik dan benar, tidak harus orang lain
mengetahui kita melakukan perbaikan dari kesalahan, perbaiki diri dan lakukan
saja, komunikasi yang lebih utama untuk menjadi lebih mudah memecahkan segala
persoalan.
Aku fikir akan turun hujan
berterusan tapi bersyukur mentari muncul lagi di pagi hari itu dan aku bisa
kembali merasakan kehangatanya dalam jiwa dan fikiran, semakin dekat rasanya
untuk menuju pintu yang sedang terbuka lebar kedalam jiwa yang ikhlas.
Jika kamu dekat maka akulah yang
mendekat, jika aku yang baik maka sesunggunya kamulah yang terbaik, jika aku bahagia
maka sesungguhnya kamulah yang membahagiakan aku, maka jagalah dengan baik baik
agar menjadi yang lebih baik lagi.
Sungguh indah jika terus semakin dekat.
