Sabtu, 29 September 2012

Biyarlah..



Fitrahnya air laut adalah pasang dan surut, dari ombak yang bersahabat hingga bencana bagi orang yang tak mampu mengarunginya.

Sama ada kehidupan kita di dunia, ada kalanya hati bergembira ada juga hati yang terpukul akibat tak mampunya mengelola rasa dalam hati.

Itulah masa masa kehidupan yang sesalu bergelombang, ada masa dulu (duluhum) masa kini (kinihim) masa depan (hadapan).

Masa dulu atau duluhum adalah yang memiliki kisah yang tak berencana, karena tidak sedikit dari kita yang mengalami kisah yang penuh rasa sesal.

Alhasil di masa kini atau kinihim baru menyadarinya apa yang terjadi di masa dulu.

Jadi biyarlah karena itu memang masa yang di mana belum mendapatkan keterangan cahaya dalam fikiranya untuk menjadi masa kini.

Hampir setiap individu mengalami hal serupa, karena itu fitrah jadi tak perlu di sesali terlalu dalam, berjalan saja untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik lagi.

Bagaimana dengan masa depan atau hadapan,  rencanakan penuh dengan kematangan sikap dan langkah agar tidak terulang lagi kisah yang lalu di kisah yang akan datang.

Bagaimana caranya? Biyarlah yang lalu terus berlalu, dan yang ada di depan kejarlah tapi tidak dengan keterburuan untuk melangkah, janganlah bersedih karena berita gembira itu pasti akan datang kepada kita semua.

Biyarlah adalah bukan kalimat pasrah, tapi biyarlah adalah suatu kalimat permintaan untuk menjadi terang di dalam fikiran dan kehidupanya, kata orang jawa (yo mbok byarlah lampune ben terang) artinya suatu permintaan atau do’a kepada yang di atas agar di berikan petunjuk cahaya dalam hatinya. Amin.