Kamu adalah miliku saat ini, Kamu
sangat bernilai di mataku, dan terkadang aku melemah tanpamu.
Aku sungguh menyesal karena mungkin
besok atau lusa kamu akan menjadi mantanku, tapi dari situlah aku akan belajar
untuk menjadi diri sendiri.
Rupiah memang saat ini bagaikan
kekasih, terkadang menjadi milik terkadang juga menjadi mantan.
Sulit untuk di raih dan lebih sulit
lagi untuk di pertahankan, yah itulah sifatnya rupiah.
Uang bukanlah segalanya, tapi
untuk menjadi segalanya memang perlu uang, ini adalah dua kalimat yang satu
tapi saling bertentangan, tak apalah yang penting kamu jangan menentang saya di
saat saya tak punya uang ya..
Bicara milik berarti bicara
kepunyaan, milik atau kepunyaan adalah sarana atau tempat, kamu miliku, kamu kepunyaanku
berarti kamu adalah sarana dan tempat bagiku.
Mantanku bilang jangan melihat
dari tampangnya saja tapi lihat juga isi kantongnya tebel apa enggak.. itu kata
mantanku yang sangat materi alias malas tapi maunya terjamin.
Pandangan seperti itu menurut
saya salah besar dan kuno, janganlah kamu melihat siapa orangnya tapi lihatlah
apa yang di perbuat dan di usahakan orang tersebut.
Selagi abang ada uang abang di
sayang, abang tak punya uang pasti akan di tendang, ini adalah moto nya orang
primitive. Sekarang jamanya sudah modern jadi motonya harus di rubah menjadi abang
akan selalu ada uang karena nona selalu sayang… bukankah seperti itu?
Apakah masih berlaku pada kaum
wanita jaman sekarang, mencari jodoh yang di lihat ada apanya bukan menerima
apa adanya?
Apabila kamu mencari kekasih
melihat dari harta yang di bawanya maka kamu akan bahagia pada saat itu, tetapi
suatu saat dalam perjalananmu akan datang ujian dari segi harta itu dan kamu
pasti tidak akan menerima kenyataan itu nantinya.
Dan apa bila kamu mencari kekasih
melihat dari kecantikan atau ketampananya saja maka suatu saat kamu akan di uji
di hadapanmu nantinya yang lebih cantik maupun lebih tampan di kemudian hari di
bandingkan yang kamu dapat sebelumnya dan kamu akan membanding bandingkanya.
Rezeki adalah sudah di takar
dengan kemampuan seseorang, tapi untuk mendapatkan rezeki itu tidak ada batasan
nominal atau jumlahnya tergantung sejauh mana kita mau berusaha.
Jangan pernah mengeluh karena
belum mendapatkan rezeki yang cukup, karena orang lain tidak akan pernah
mendengarkan keluhan dari kita, hanya kita sendirilah yang mendengar keluhan
itu, dan jangan pernah berhenti untuk terus berusaha.
Kesabaran dalam menghadapi setiap
usaha, bersabar kalau hari ini belum mendapatkan hasil mungkin besok atau lusa
pasti ada, rasa itu yang harus kita tanamkan dalam hati, jangan hiraukan omongan orang
yang ada di sebelah kita dan biarlah mantan menggonggong karena sungguh TERLALU
“kata bang haji”.
Kita harus PD pada kemampuan diri
kita, kita harus PD di dalam menghadapi segala hal, dan kita harus PD di atas
dunia, hidup PD… (sambil teriak)
Apa itu PD.? ? ?
Punya Duiiiiiiiiiiiitttttt ………………