Rabu, 18 Juli 2012

Kamu miliku dan mantanku.


Kamu adalah miliku saat ini, Kamu sangat bernilai di mataku, dan terkadang aku melemah tanpamu.

Aku sungguh menyesal karena mungkin besok atau lusa kamu akan menjadi mantanku, tapi dari situlah aku akan belajar untuk menjadi diri sendiri.

Rupiah memang saat ini bagaikan kekasih, terkadang menjadi milik terkadang juga menjadi mantan.

Sulit untuk di raih dan lebih sulit lagi untuk di pertahankan, yah itulah sifatnya rupiah.

Uang bukanlah segalanya, tapi untuk menjadi segalanya memang perlu uang, ini adalah dua kalimat yang satu tapi saling bertentangan, tak apalah yang penting kamu jangan menentang saya di saat saya tak punya uang ya..

Bicara milik berarti bicara kepunyaan, milik atau kepunyaan adalah sarana atau tempat, kamu miliku, kamu kepunyaanku berarti kamu adalah sarana dan tempat bagiku.

Mantanku bilang jangan melihat dari tampangnya saja tapi lihat juga isi kantongnya tebel apa enggak.. itu kata mantanku yang sangat materi alias malas tapi maunya terjamin.

Pandangan seperti itu menurut saya salah besar dan kuno, janganlah kamu melihat siapa orangnya tapi lihatlah apa yang di perbuat dan di usahakan orang tersebut.

Selagi abang ada uang abang di sayang, abang tak punya uang pasti akan di tendang, ini adalah moto nya orang primitive. Sekarang jamanya sudah modern jadi motonya harus di rubah menjadi abang akan selalu ada uang karena nona selalu sayang… bukankah seperti itu?

Apakah masih berlaku pada kaum wanita jaman sekarang, mencari jodoh yang di lihat ada apanya bukan menerima apa adanya?

Apabila kamu mencari kekasih melihat dari harta yang di bawanya maka kamu akan bahagia pada saat itu, tetapi suatu saat dalam perjalananmu akan datang ujian dari segi harta itu dan kamu pasti tidak akan menerima kenyataan itu nantinya.

Dan apa bila kamu mencari kekasih melihat dari kecantikan atau ketampananya saja maka suatu saat kamu akan di uji di hadapanmu nantinya yang lebih cantik maupun lebih tampan di kemudian hari di bandingkan yang kamu dapat sebelumnya dan kamu akan membanding bandingkanya.

Rezeki adalah sudah di takar dengan kemampuan seseorang, tapi untuk mendapatkan rezeki itu tidak ada batasan nominal atau jumlahnya tergantung sejauh mana kita mau berusaha.

Jangan pernah mengeluh karena belum mendapatkan rezeki yang cukup, karena orang lain tidak akan pernah mendengarkan keluhan dari kita, hanya kita sendirilah yang mendengar keluhan itu, dan jangan pernah berhenti untuk terus berusaha.

Kesabaran dalam menghadapi setiap usaha, bersabar kalau hari ini belum mendapatkan hasil mungkin besok atau lusa pasti ada, rasa itu yang harus kita tanamkan dalam hati, jangan hiraukan omongan orang yang ada di sebelah kita dan biarlah mantan menggonggong karena sungguh TERLALU “kata bang haji”. 

Kita harus PD pada kemampuan diri kita, kita harus PD di dalam menghadapi segala hal, dan kita harus PD di atas dunia, hidup PD… (sambil teriak)

Apa itu PD.? ? ?

Punya Duiiiiiiiiiiiitttttt ………………