Pagi itu pukul 03.00 dini hari udara yang sangat
sejuk membuatku semangat dari kawasan
selatan ragunan menuju bandara soetta.
Berhenti tepat di depanku sebuah taxi yang sudah aku pesan
dari sore hari “selamat malam mas..” sapa pak supir kepadaku.
“sekarang sudah jam 03 pak jadi selamat pagi hee..” jawabku,
langsung tancap gas dengan kecepatan 120 km per jam.
Super ngebut karena
aku harus boarding time nya jam 04:35, memang perjalanan Jakarta ke Surabaya
sekitar satu jam lebih sedikit, tapi aku pilih pagi karena di sana ada macetnya
juga.
Tiba di bandara soetta melalui gerbang sensor, dua di
depanku seorang cewek menaruh tas dan HP nya ada tiga buah di tempatkan di
kotak yang terbuat dari plastik.
Sekilas dengan sedikit curiga, tepat didepanku seorang laki
laki berjaket terlihat membenahi tas nya yang hampir masuk ke dalam ruang
sensor.
Ternyata benar kecurigaanku setelah seorang cewek yang aku
perhatiin itu kehilangan HP nya, yang semula dia masukan ke dalam kotak ada
tiga tapi yang dia dapat hanya dua.
“ yaahh.. HP ku ilang satu” dengan muka panik, tapi anehnya
dari petugas yang ada disekitar tidak
ada yang perduli.
“maaf mas, aku mau tanya HP nya mbak itu” tanyaku. “situ
nuduh saya ambil HP dia ya?” dengan nada tinggi dan sedikit menantang orang itu
kepadaku.
Terlihat sedikit marah, orang itu membuka jaketnya yang
seolah olah saya di suruh periksa sendiri keberadaanya.
“maaf pak tasnya bisa di buka?” pintaku karena aku lihat
gerak geriknya seperti itu, sibuk merapikan tasnya.
Dengan sendirinya dia mengacak acak baju dalam tasnya, tapi
tanganku hanya sekali masuk ke dasar tas tumpukan baju paling bawah, lalu aku
temukan sebuah HP dan aku pastikan kepada pemilik tas itu dan kepada cewek yang
sedang panik.
Belum aku tanyakan tentang HP itu, tiba tiba cewek itu
merebut dan memarahi laki laki yang rupanya maling.
Sedikit lega dan sambil berjalan kearah loket untuk segera
cek in karena waktu terus berjalan, dan kita biarkan orang itu di bawa ke pos
security.
Hemmmm… di pikir
pikir aku sok pahlawan banget ya menolong seorang cewek yang telah di perlakukan
oleh seorang penjahat, padahala belum sampai di kota pahlawan Surabaya tapi
semangat kepahlawananya sudah muncul hehe.
Terbang jam 05.10 masih terbayang dalam pesawat kisah kejadian
itu, dan sampe tertidur karena masih terasa ngantuk, berharap mimpi melihat
wajah cewek makasar yang tadi hehehe..
Gubraakkk … terbangun dari tidur karena kaget rupanya
pesawat sudah mendarat di bandara juanda Surabaya tepat jam 06.30. muka di cuci
sarapan pagi pake roti dengan sorotan matahari yang berwarna merah segar dan
menghangatkan badan.
Jemputan dateng lalu aku langsung di antarkan ke pinggiran
laut “tanjung perak tepi laut.. siapa
suka boleh ikut.. “ itu kata mas didi kempot.
istirahat sejenak sambil membahas apa yang perlu di bahas
bersama teman kerja, dengan sendirinya perbincanganya mengenai makanan, waduh
jadi laper nih kalo ngomongin makanan haha..
Soto lamongan kesepakatan bersama, perjalanan lebih dari 2
jam dari surabaya ke lamongan kota yang terkenal dengan sotonya, daerah sana
memang sedikit panas cuacanya di tambah sotonya yang panas dan pedes, muka
basah keringatan bibir berasa merah kaya keliatan ada apinya haha.. puwedesse
rekkk.
“aku mau sop buah, tapi buahnya campur ya pak” hemmmm…
suwegere rek hihihi, sambil cerita sama penduduk sana, cerita tentang kota
pahlawan dan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan.
Sunan Bonang adalah salah satu sosok orang yang pernah
memperjuangkan dan mentegakan ajaran dan budaya islam di tanah jawa.
Sunan Bonang sepengetahuan saya itu adalah “susunane bocah
lanang” ini dalam bahasa jawa, sususane maksudnya susunan atau struktur dan bocah
lanang yang dimaksud adalah para lelaki atau pemimpin.
Jadi sunan itu adalah sebuah struktur organisasi atau
kelompok yang menegakan aturan tentang kebijakan kebijakan bagi kehidupan umat
bersama.
Siapa yang tidak pernah kenal sejarah tentang sunan? Aku
pikir pasti semuanya pernah membaca kisahnya.
Hari menjelang maghrib aku di ajak berziarah ke makamnya
Sunan Bonang di Tuban masih jawa timur terletak dekat pantai utara, suasana
terasa berbeda ketika aku melewati sebuah gang kecil menuju gapura tempat Sunan
Bonang di makamkan.
Lepas sembahyang maghrib aku kembali mencari makan malam..
lagi lagi makan terasa tidak ada habisnya, ya maklum ajalah aku kan lagi masa
pertumbuhan haha..
Nongkrong di tepi pantai sambil melihat banyak orang yang
sedang bercumbu di sana, jadi inget cewek makasar lagi hadeuuhhh.. ok lah kalo
begitu sampai jumpa aja di kota makasar.
Wasalam.