Jumat, 22 Juni 2012

Pahlawan kepagian.

Pagi itu pukul 03.00 dini hari udara yang sangat sejuk membuatku semangat  dari kawasan selatan ragunan menuju bandara soetta.

Berhenti tepat di depanku sebuah taxi yang sudah aku pesan dari sore hari “selamat malam mas..” sapa pak supir kepadaku.

“sekarang sudah jam 03 pak jadi selamat pagi hee..” jawabku, langsung tancap gas dengan kecepatan 120 km per jam.

Super  ngebut karena aku harus boarding time nya jam 04:35, memang perjalanan Jakarta ke Surabaya sekitar satu jam lebih sedikit, tapi aku pilih pagi karena di sana ada macetnya juga.

Tiba di bandara soetta melalui gerbang sensor, dua di depanku seorang cewek menaruh tas dan HP nya ada tiga buah di tempatkan di kotak yang terbuat dari plastik.

Sekilas dengan sedikit curiga, tepat didepanku seorang laki laki berjaket terlihat membenahi tas nya yang hampir masuk ke dalam ruang sensor.

Ternyata benar kecurigaanku setelah seorang cewek yang aku perhatiin itu kehilangan HP nya, yang semula dia masukan ke dalam kotak ada tiga tapi yang dia dapat hanya dua.

“ yaahh.. HP ku ilang satu” dengan muka panik, tapi anehnya dari petugas yang  ada disekitar tidak ada yang perduli.
Dengan refleknya tangan aku menarik jaket seorang pria yang sempet aku curigai itu.
“maaf mas, aku mau tanya HP nya mbak itu” tanyaku. “situ nuduh saya ambil HP dia ya?” dengan nada tinggi dan sedikit menantang orang itu kepadaku.

Terlihat sedikit marah, orang itu membuka jaketnya yang seolah olah saya di suruh periksa sendiri keberadaanya.

“maaf pak tasnya bisa di buka?” pintaku karena aku lihat gerak geriknya seperti itu, sibuk merapikan tasnya.

Dengan sendirinya dia mengacak acak baju dalam tasnya, tapi tanganku hanya sekali masuk ke dasar tas tumpukan baju paling bawah, lalu aku temukan sebuah HP dan aku pastikan kepada pemilik tas itu dan kepada cewek yang sedang panik.

Belum aku tanyakan tentang HP itu, tiba tiba cewek itu merebut dan memarahi laki laki yang rupanya maling.
Sedikit lega dan sambil berjalan kearah loket untuk segera cek in karena waktu terus berjalan, dan kita biarkan orang itu di bawa ke pos security.

 Hemmmm… di pikir pikir aku sok pahlawan banget ya menolong seorang cewek yang telah di perlakukan oleh seorang penjahat, padahala belum sampai di kota pahlawan Surabaya tapi semangat kepahlawananya sudah muncul hehe.

Sayangnya belum sempet kenalan karena sama sama terburu gara gara si maling sialan itu, aku hanya bisa bertanya “kamu tujuanya kemana?” itu aja, dan dia jawab “aku ke makasar” kalo mas mau kemana? Tanya dia “aku ke Surabaya” tidak lama dari itu kami berpisah, karena pesawat dan ruang tunggu yang berbeda.

Terbang jam 05.10 masih terbayang dalam pesawat kisah kejadian itu, dan sampe tertidur karena masih terasa ngantuk, berharap mimpi melihat wajah cewek makasar yang tadi hehehe.. 

Gubraakkk … terbangun dari tidur karena kaget rupanya pesawat sudah mendarat di bandara juanda Surabaya tepat jam 06.30. muka di cuci sarapan pagi pake roti dengan sorotan matahari yang berwarna merah segar dan menghangatkan badan.

Jemputan dateng lalu aku langsung di antarkan ke pinggiran laut  “tanjung perak tepi laut.. siapa suka boleh ikut.. “ itu kata mas didi kempot.

istirahat sejenak sambil membahas apa yang perlu di bahas bersama teman kerja, dengan sendirinya perbincanganya mengenai makanan, waduh jadi laper nih kalo ngomongin makanan haha..

Soto lamongan kesepakatan bersama, perjalanan lebih dari 2 jam dari surabaya ke lamongan kota yang terkenal dengan sotonya, daerah sana memang sedikit panas cuacanya di tambah sotonya yang panas dan pedes, muka basah keringatan bibir berasa merah kaya keliatan ada apinya haha.. puwedesse rekkk.

Sambil jalan sepanjang jalan kenangan terlihat bermacam macam buah lokal,ada buah apel asli malang, buah timun, buah mangga yang terlihat seger.. waduh mata gak bisa di ajak kompromi nih jadi pingin buah, berhenti sejenak di tukang buah “mau buah apa mas?” tanya bapak bapak setengah tua.

“aku mau sop buah, tapi buahnya campur ya pak” hemmmm… suwegere rek hihihi, sambil cerita sama penduduk sana, cerita tentang kota pahlawan dan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan.

Sunan Bonang adalah salah satu sosok orang yang pernah memperjuangkan dan mentegakan ajaran dan budaya islam di tanah jawa.

Sunan Bonang sepengetahuan saya itu adalah “susunane bocah lanang” ini dalam bahasa jawa, sususane maksudnya susunan atau struktur dan bocah lanang yang dimaksud adalah para lelaki atau pemimpin.
Jadi sunan itu adalah sebuah struktur organisasi atau kelompok yang menegakan aturan tentang kebijakan kebijakan bagi kehidupan umat bersama.

Siapa yang tidak pernah kenal sejarah tentang sunan? Aku pikir pasti semuanya pernah membaca kisahnya.

Hari menjelang maghrib aku di ajak berziarah ke makamnya Sunan Bonang di Tuban masih jawa timur terletak dekat pantai utara, suasana terasa berbeda ketika aku melewati sebuah gang kecil menuju gapura tempat Sunan Bonang di makamkan.

Terlihat banyak para peziarah bercampur dengan para santri yang sedang membacakan do’a, lagi lagi suasanya terasa hening sayangnya aku tak bisa mendekati makamnya karena sesak oleh peziarah yang ada dan tidak menampung.

Lepas sembahyang maghrib aku kembali mencari makan malam.. lagi lagi makan terasa tidak ada habisnya, ya maklum ajalah aku kan lagi masa pertumbuhan haha..  

Nongkrong di tepi pantai sambil melihat banyak orang yang sedang bercumbu di sana, jadi inget cewek makasar lagi hadeuuhhh.. ok lah kalo begitu sampai jumpa aja di kota makasar.

Wasalam.  

Senin, 11 Juni 2012

Menuju tempat terakhir.


“kemana.. kemana.. ku harus mencari kemana..” itu mbak ayu ting ting yang lagi mencari alamat, yang dia dapat ternyata alamatnya palsu.

Tapi konon katanya lagu tersebut segera di tarik dari peredaran ya?.. gara2 nya alamat yang di cari sudah ketemu.. alamaakk.

Lain halnya denganku yang tidak mencari alamat, karena memang tidak ada orang yang kasih aku alamat jadi aku gak cari2 alamat itu hee..

Hidup ini memang suatu perjalanan, secara langsung waktu adalah memaksa kita untuk terus berjalan.

Berjalan ke arah mana yang akan kita tuju? Nah itu pertanyaan yang setiap waktu harus di pikirkan sebab banyak jalan yang rusak tapi hanya satu jalan yang benar “shirotolmustaqim”yaitu jalan yang lurus bagi orang yang benar.

Kalau yang namanya perjalanan biasanya identik dengan tempat, yaitu dari tempat semula kemudian berjalan ke tempat yang di tuju atau tempat yang telah di tetapkan.

Memang membutuhkan waktu dan kesabaran dalam menghadapi rintangan rintangan yang ada, karena tidak akan pernah kita dapati perjalanan yang mulus, pasti berliku kemudian mendaki lagi turun.

Kita yang berada di tempat sekarang ini adalah bagaikan fatamorgana, terlihat cantik terlihat tampan dan lain sebagainya hanyalah tipuan semata karena tidak akan pernah kita dapatkan yang sesungguhnya.

Manis di bibir rapih di busana adalah tampilan dalam rangka menutupi ketidaksesuaian terhadap diri dan dalam hatinya semata, ibarat serigala berbulu domba, monyet bertopeng manusia dan sejenisnya yang sekilas manusia tapi perilaku dan perbuatanya bagaikan binatang.

Semua itu ada di sini di tempat ini, dan kita di ajak merenung sejenak untuk mendapatkan tempat yang layak sebagaimana makhluk Tuhan yang paling mulia.

Hidup ini adalah proses menuju tempat terakhir, berakhirnya masa ketidaksesuaian dalam berkehidupan, mari bersama sama berjalan menuju kesana kedalam jiwa yang tenang dan fikiran yang terang agar dapat tempat yang tenang.

Bagaimana bisa jiwa dan fikiran tenang kalau tiap hari galau melulu, jadi kalau kamu kamu yang masih suka galau yaaah wasalam ajalah haha..  padahal yang nulis juga sama masih sendiri hiks :)

Hari ini adalah hari akhir untuk kita dari perjalanan hari kemaren, berbuat dan berkatalah dengan sebaik baiknya, karena setiap manusia akan di minta pertanggungan jawaban.

Wasalam.