Sesampainya saya
di bandara batam langsung di sambut oleh banyak orang, bak artis ibu kota yang
di undang oleh pemerintah kota batam hehehe...
Taxi bang..
abang nak kemana bolehlah aku antar, tawaran dari seseorang kepada saya sambil
menunjuk mobilnya.
Dalam hati
bingung kepada seseorang yang menawarkan taxi tapi kok nunjuknya mobil pribadi,
sama sekali tidak tertulis taxi di mobilnya. Maaf
pak saya di jemput sama temen, jawab saya sambil menyimpan rasa penasaran.
Sedikit sekali
mobil yang bertuliskan taxi melewati depanku, tapi hampir semua mobil pribadi
yang aku lihat menawarkan jasanya untuk taxi.
Minum teh tarik
hangat sejenak sambil melupakan masalah taxi sambil menunggu jemputan datang,
sambil melihat kesibukan antar jemput di bandara batam.
Baru sekali
tegukan hp ku berbunyi rupanya temenku sudah datang, minum bersama sambil
ngobrol sejenak.
cepat
sekali abang ini dateng ya.. tanyaku, ini batam mas cokro bukan lagi jakarta,
tak ada macet di sini, laju teruss.. jawabnya.
Hemmm… membuat
rasa penasaranku meningkat untuk segera menjelajahi beberapa tempat setelah
mendengar sepanjang jalan di sini terus laju tanpa ada macet.
“Welcome To Batam” itu kurang lebih kalimat sambutan buat saya artinya selamat datang orang Bagus dan Tampan hehehe…
siapa yang tak
pernah tau tentang batam? Sudah pasti tau semua tentunya ya..
tapi siapa yang
tak mau kenal sama orang tampan? Nah itu perlu di pertanyakan, kenapa tak mau
kenalan sama saya hahaha ..
PR itu saya
tunaikan sendiri di sana, jalan di pusat pertokoan kawasan Nagoya hill terbesar
se daerah batam, apa yang banyak orang bicara tidak semua barang di batam itu black
m.
Di sana harga
murah itu karena bebas pajak, memang hanya
berlaku di daerah batam saja, contohnya mobil mewah di Jakarta harganya
pun sangat mewah.
Tapi
lain di sana, mobil mewah harga murah karena tak ada pajak tapi mobil itu hanya
bisa beroperasi daerah batam saja tidak bisa keluar dari daerahnya.
Itu kata saya
yang banyak tanya sama banyak orang di sana, maklumlah saya banyak tanya
soalnya dari kampung takut kesasar nanti malah gak bisa pulang alias betah di
sana repot lagi hehehe..
Satu hal lagi
yang agak sulit buat saya, biasanya saya kalo beli sesuatu pasti saya tawar
harganya sedapat mungkin menjadi turun dari harga awal.
Tapi tak satupun
barang yang saya beli itu harga tawar menawar alias harga pasti.. kenapa ya?
Saya
bertanya lagi tentang harga barang, tidak semua barang di sana murah ada juga
yang mahal di banding Jakarta karena nilai transaksi di sana rupanya mengikuti
fluktuasi dollar singapur tetapi sudah di rupiahkan.
Habisnya mau
cari restoran AW alias Amerikan Warteg di sana tak ada, kalo ada yang liat
tolong di infokan ya hahaha.. barangkali nanti saya jalan ke batam lagi.
Tapi
terbayar dan seimbanglah dengan keindahan kota batam, dan masih banyak tempat
yang menarik untuk di kunjungi.
Mudah mudahan
ada kesempatan lagi untuk mengunjunginya, dunia tidak sesempit daun kelor tapi
dunia terasa sempit jika hanya kita lihat dari dunia klik online saja.
jadi kalian yang belum pernah ke batam
bolehlah sesekali jalan, bagi yang cantik ya bisa di temani sama yang tampan
ini hahaha.. terimakasih kalian telah bersama orang bagus dan tampan dari
tulisan ini… sampai jumpa di tempat yang lain lagi.