Rabu, 14 Desember 2011

Asiikk tahun depan kawin…


Pada tahun 2005 bulan maret seorang pemuda berasal dari jawa tengah mendatangi sebuah perusahaan di gedung bursa efek Jakarta.
 
Dia adalah Reymon biasa di panggil mas Rey, di panggil oleh perusahaan anggota bursa efek indonesia.

Lalu bergabung dan bekerja di perusahaan tersebut sebagai consultan dengan penghasilan cukup lumayan pada masa itu.

Satu tahun berjalan pada bulan February 2006 dari sekian kandidat  mas Rey terpilih menjadi seorang manager karena dia di pandang yang paling cukup baik dalam mengolah kinerja dan tata kramanya tentu ada banyak hal dan rintangan namun itu semua bisa dia hadapinya dengan kesabaran dan tulus ikhlas.

Berbekal do’a dan semangat dari orang tuanya mas Rey sangat serius dalam bekerja, karena dia bertekad merantau ke kota besar hanyalah mencari pekerjaan semata2 untuk menghidupi diri dan membantu orang tuanya yang sangat ia sayangi.

Tuntutan pekerjaan membuat ia harus extra tenaga, kebijakan untuk mendapatkan partner pun ia ajukan ke perusahaanya guna meringankan sekaligus mengefisiensikan tenaga dan waktu agar tetap berjalan dengan sedia kala.

Iklan untuk asisten manager pun di tayangkan di beberapa media cetak maupun elektronik khususnya internet oleh perusahaan tersebut, tak lama beberapa hari kedepan para pelamar berdatangan untuk di interview satu persatunya.

Dengan wajah optimisnya gadis cantik lulusan sebuah lembaga pendidikan pariwisata di Sumatera selatan sanggup melaksanakan tugas2 yang akan di berikanya, nama panggilanya Vany dia di terima sebagai asisten manager yang akan membantu mas Rey.

Pada jam istirahat mereka makan bersama di kantin yang terletak di basement gedung bursa efek Jakarta, di sela sela makanya mas Rey bertanya kepada Vany.

“di mana kamu terakhir kerja dan kenapa mau kerja di sini.?” Tanyanya.
“aku terakhir kerja di maskapai penerbangan domestic di Palembang sumatera selatan dan baru kali ini aku kerja di jakarta, aku hanya ingin menambah wawasan dan pengalaman di sini” jawab Vany.

Mas Rey merasa senang karena mendapatkan teman di Jakarta yang bisa di ajak kerja sama, demikian juga Vany senang berteman denganya yang bisa di ajak berbagi pengalaman mengenai pekerjaanya dan seluk beluk kota Jakarta.

Satu tahun Vany di Jakarta sang bunda datang menengok dan menginap di tempat kost nya daerah tomang Jakarta barat, sebenarnya kost tempat Vany adalah masih milik pamanya yang seorang anggota dewan kehormatan di dewan perwakilan rakyat waktu itu.

Dengan senangnya Vany memperkenalkan mas Rey kepada bundanya sekaligus memberikan penjelasan bahwa vany benar bekerja tidak nganggur di Jakarta ini, begitu mas Rey meyakinkan agar bundanya tidak terlalu mengkhawatirkanya.  

Dalam perjalanan waktu yang singkat di tahun yang sama mas Rey mendapat tawaran pekerjaan di perusahaan lain dengan tawaran gaji yang lebih tinggi dari sebelumnya perusahaanya berkantor di menara MNC daerah kebon sirih Jakarta pusat, setelah di pertimbangkan dan atas saran orang tuanya maka tawaran itu ia ambil lalu keluar dari bursa efek Jakarta.

Pesan kepada Vany dari mas Rey bahwa jangan pernah merasa puas setelah mendapatkan apa yang sudah di dapat, dan terus semangat untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, begitu jelasnya sebelum meninggalkan Vany partner sekaligus teman nya yang paling baik.

Namun bukan merasa jauh tapi malah merasa dekat bagi mereka berdua setelah perpisahan pekerjaan dan perusahaanya, rasa kangen pun muncul dalam hatinya mereka masing masing2, Vany lah yang memulainya menghubungi mas Rey.

mereka saling bergantian berhubungan dan komunikasi melalui telpon selulernya, terus berjalanya waktu kurang dari empat bulan mereka sepakat untuk menyempatkan waktunya berlibur bersama, mereka berdua jalan ke beberapa tempat wisata yang ada di Jakarta.

Malem minggu saling duduk menunggu di tugu monas di kolam air mancur yang menari penuh warna warni, di sanalah Vany mengungkapkan isi hatinya kepada mas Rey.

 “... mas, aku suka sama mas Rey” ungkap Vany dengan muka agak malu.
“maksudnya.?” tanya mas Rey sedikit kaget.
“Vany mau jadi pacar mas Rey” dengan nada memelas dan memegang kuat tangan kananya mas Rey yang seolah olah tak mau kehilangan atau malah di tinggal pergi.

Reflek mata mas Rey langsung menatap ke arah muka Vany, dengan tertatih mas Rey mengatakan “ aku sayang kamu” dan memeluknya dengan tangan gemetar, Vany pun spontan mengeluarkan air matanya tanda kelapangan hatinya yang telah berhari hari ia simpan perasaan itu.
 
bagaimana kisah selanjutnya ? BERSAMBUNG ...