Sabtu, 19 Februari 2011

Penyakit paling berbahaya pada manusia.


kita di lahirkan kedunia dalam keadaan bersih secara Ruh, dan orang tua kita selalu aktif merawat kesehatan jasmani melalui imunisasi untuk kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang dari segala penyakit.

hari ini kita bersyukur bahwa tubuh kita masih dalam keadaan sehat, tapi perlu ada yang di ingat bagaimana dengan kesehatan Ruh kita?

Apa yang di ucapkan dari lisan kita itu adalah pancaran dari Ruh, jika yang di ucapkanya tidak benar maka Ruh nya tidak sehat atau terserang penyakit.

Apa itu bentuknya dari penyakit yang muncul dari Ruh? Adalah “DUSTA”

Jika kita berdusta berarti kita mengidap penyakit yang berbahaya, kenapa demikian sebab penyakit dusta tidak akan ada obatnya dan mau berobat kemana? kalau bukan kita sendiri yang membersihkan penyakit itu.

Jenis penyakit ini (DUSTA) yang paling berbahaya sekali pada diri manusia, karena dusta adalah awal dari semua jenis perbuatan dosa.

Tidak akan ada ceritanya orang dusta Berjaya, orang dusta lancar dalam perjalanan hidupnya, sedangkan yang jujur saja banyak rintangan apa lagi yang berdusta.

Maka waspadalah terhadap penyakit tersebut, sebab sengaja mahupun tidak di sengaja itu bisa mencelakakan diri sendiri di kemudian hari, waspadalah..!

Masa depan kita masih bersih, belum terinjak, belum tercoreng, maka bersihkanlah ucapan dan langkah yang akan di lakukan untuk perbaikan dan segala rencana serta usaha pasti akan di lancarkan oleh yang maha kuasa, kuncinya jangan DUSTA.!

Catatan untuk sendiri.

Senin, 07 Februari 2011

Suka Bumi artinya Cinta Alam


kamis pagi 3 feb 11 pukul 08.15 bertepatan dengan gong xi fa cai yg ke 2562, start dari lapangan banteng Jakarta menuju sukabumi jawa barat.

Iring2an motor saya bersama teman2 melalui kp melayu - jl raya bogor - parung kuda dan seterusnya.

Sampailah di lokasi wisata curug sawer citugunung sukabumi jam 13 lebih dikit, dengan perjalanan jarak tempuh lebih dari 110km dan lebih dari 5 jam.

Hemmmm… Perjalanan panjang yang melelahkan, sesampainya di sana kami semua di guyur hujan ringan.

sambil makan2an kecil dan teh hangat di tambah suasana pemandangan yang menyegarkan mata, rasa lelahpun hilang seketika.


secara setiap harinya kita di Jakarta di suguhi pemandangan yang super sumpeg and padet yang di lihat gedung sama knalpot yang beraseb hitam.

Suka bumi artinya cinta alam

Setelah istirahat sejenak kami langsung naik ke lokasi curug sawer, perjalanan yang mendaki lagi sukar.

Bagaimana tidak, mendaki jalan setapak lagi licin jaraknya lebih dari 3km dan lebih dari 30 menit, anda bisa bayangkan.

Dasar orang kota yang setiap hari naiknya busway kali ini harus jalan kaki sejauh dan setinggi itu, ampun dah lutut berasa gemeteran hahaha…


itulah seninya alam dan jiwa harus menyatu dengan alam, cinta alam kita haruslah di tanamkan sejak sekarang,

pemandangan dan udaranya asli lho… kalau kalian belum ketempat ini berarti belum cinta alam, buktikan broo..

ngung xi ya coi

setelah bersusah payah melawan licinya jalan akhirnya sampai juga di curug sawer, awalnya saya pikir air hujan eh ternyata bukan rupanya suara air terjun yang gemuruh deras.

Bermain2 dengan air sebentar sambil berfoto2 ria, ternyata gak lama kemudian benar dugaan saya turun hujan,


sebelumnya ada orang yang bilang kalau gong xi fa cai biasanya hujan, nah kalau kita disini kehujanan gemana broo gak ada tempat teduh? Ngung xi ya coi.. celetuk temen saya yang selalu menghibur dengan canda.

montok cihui..

setelah puas bermain air, hujan sudah reda dan menikmati keindahan pemandangan alam yang terlihat dari ketinggian berapanya saya kurang paham di atas permukaan laut.

Akhirnya kami memutuskan untuk turun dan segera pulang ke Jakarta karena hari sudah sore mengingat besok paginya semuanya harus kembali bekerja, tidak ada istilah hari kejepit hihihi…

Sesampainya di bawah udara sore mulai dingin, cari yang anget2 nongkrong di warung kopi sebentar sambil ngobrol sama ibu warung di bantu sama anak gadisnya yang murah senyum, karena saya gak ngopi jadi saya pesen susu.

“pulangna kamana jang” dengan bahasa khas sukabumi tapi saya sedikit ngerti,

“saya pulangnya ke Jakarta bu” jawab saya sambil nyeruput susu hangat.

“mau pesan montok cihui?” bertanya kepada saya sambil tersenyum.

Gak salah nih ibu2 nawarin saya yang montok2 hahaha… pikiran udah belok kotor lagi, dasar orang Jakarta yang tiap harinya kena aseb knalpot sama asep rokok.

“montok cihui maksudna teh kue moci atuh kang, oleh2 khas sukabumi” anak gadisnya lurusin pikiran saya yang belok.

ooo begitu… saya pesan dua, satu buat saya yang satunya lagi buat anak ibu, hihihi… montok cihui.