
Lihat kebunku penuh dengan buah, ada yang kuning dan juga ada yang hijau, setiap hari ku petik semua…
Ehmm segarnye kalo bisa berkebun sendiri ya seperti yang saya lakukan ini hehehe…
Secara di kota besar seperti Jakarta ini sudah jarang kita lihat tanah yang di manfaatkan sebagai kebun atau sekedar penghijauan lingkungan, selalu yang kita lihat tidak lain hanyalah gedung2 dan tanah yang sudah berganti dengan aspal.
Alhasil lingkunganya tercemar limbah, udara yang tidak sehat, sudah tidak ada tanah untuk resapan air hujan, apa jadi? Banjirlah yang di salahkan…
Belajar dari seorang teman bisnisman, juga petani, rohaniawan, dan yang paling utama adalah dia seorang stock trader yang handal, menyempatkan memanfaatkan tanah sekaligus menyehatkan lingkungan dan menyehatkan badan kita.
Luar biasa teman saya yang satu ini, yang selalu menganjurkan kepada saya untuk mengkonsumsi sari minuman yang alami, jeruk peras yang masih segar kaya akan vitamin c tanpa zat pengawet dan tanpa bahan kimia lainya.
Ehmmm… segarnya mak nyess… minum sari jeruk untuk memulihkan stamina, murah dan menyehatkan ini lebih baik dari pada kita beli minuman kaleng.

Masih belum percaya rasa dan kasiyatnya? Saya sudah mencoba dan sudah membedakanya… kamu? cobain deh.
Ternyata temenku penasaran untuk mencoba meminum jeruk peresnya… ehmm rasanya kok gini ya agak kecut… hahaha mulut kamu tu yang kecut.
Bukan rasanya yang agak kecut tapi terlalu seringnya kita meminum minuman kaleng jadi rasanya agak asing, memang jeruk yang kecut itu tandanya vitamin c nya sangat tinggi, bagus untuk ketahanan tubuh kita.
Makanya kita harus kembali ke habitat kita aslinya… jadi orang desa, kembali ke alami. Betul3x.


