Senin, 22 November 2010

Berkebun yang menyehatkan.



Lihat kebunku penuh dengan buah, ada yang kuning dan juga ada yang hijau, setiap hari ku petik semua…

Ehmm segarnye kalo bisa berkebun sendiri ya seperti yang saya lakukan ini hehehe…

Secara di kota besar seperti Jakarta ini sudah jarang kita lihat tanah yang di manfaatkan sebagai kebun atau sekedar penghijauan lingkungan, selalu yang kita lihat tidak lain hanyalah gedung2 dan tanah yang sudah berganti dengan aspal.

Alhasil lingkunganya tercemar limbah, udara yang tidak sehat, sudah tidak ada tanah untuk resapan air hujan, apa jadi? Banjirlah yang di salahkan…

Belajar dari seorang teman bisnisman, juga petani, rohaniawan, dan yang paling utama adalah dia seorang stock trader yang handal, menyempatkan memanfaatkan tanah sekaligus menyehatkan lingkungan dan menyehatkan badan kita.

Luar biasa teman saya yang satu ini, yang selalu menganjurkan kepada saya untuk mengkonsumsi sari minuman yang alami, jeruk peras yang masih segar kaya akan vitamin c tanpa zat pengawet dan tanpa bahan kimia lainya.

Ehmmm… segarnya mak nyess… minum sari jeruk untuk memulihkan stamina, murah dan menyehatkan ini lebih baik dari pada kita beli minuman kaleng.


Masih belum percaya rasa dan kasiyatnya? Saya sudah mencoba dan sudah membedakanya… kamu? cobain deh.

Ternyata temenku penasaran untuk mencoba meminum jeruk peresnya… ehmm rasanya kok gini ya agak kecut… hahaha mulut kamu tu yang kecut.

Bukan rasanya yang agak kecut tapi terlalu seringnya kita meminum minuman kaleng jadi rasanya agak asing, memang jeruk yang kecut itu tandanya vitamin c nya sangat tinggi, bagus untuk ketahanan tubuh kita.

Makanya kita harus kembali ke habitat kita aslinya… jadi orang desa, kembali ke alami. Betul3x.

Senin, 15 November 2010

KUDAKU 2010


Mari berkuda.

Bukan hanya sekedar menyalurkan hobi dalam berpacu dengan kuda.
Adalah termasuk bagian dari sunah rosul juga … kata temen saya yang hobinya ceramah hehehe.

Memang betul berkuda adalah kebiasaan yang di lakukan oleh para rosul pada masa itu.
Selain sarana untuk berperang juga sebagai transportasi untuk berniaga atau berbisnis,

sarana olah raga sekaligus menguji komunikasi manusia dengan sesama makhluk Tuhan lainya.

Siapa yang mampu mengkomunikasikan dirinya dengan makhluk Tuhan lainya, maka ia mampu menyeimbangkan kehidupan dirinya dengan alam.

Walaupun bintang saya bukanlah kuda tapi saya suka dengan makhluk Tuhan yang satu ini, dia adalah sosok yang gagah pemberani sekalipun di hadapkan dengan perang, memiliki nyali yang tangguh.

Maka cintailah alamu, sayangilah makhluk lainya, maka akan tercipta satu kedamaian dalam hidup ini… asik gak tuh?


Kudaku di titik 2010.

Alhamdulillah kita hidup di jaman serba modern, tahun ke 2010 setelah masehi.
Jaman sudah berubah dan kemajuan yang sangat pesat, tidak lagi menggunakan hal2 yang masih tradisional

Tidak lagi menggunakan tenaga binatang atau hewan di dalam kegiatan kita setiap harinya.

Begitu cepat perubahanya, kudapun sudah tidak lagi di gunakan untuk sarana transportasis berbisnis melainkan sudah berubah menjadi kuda bermesin alias kendaraan bermotor dan tak terasa sudah kudaku berada di titik 2010


si JARAN PUTIH.

Kali ini saya berpacu dengan kuda bermesin, bersyukur kepada Tuhan apa yang telah saya terima dari-Nya.

Kuda bermesin saya ini warnanya putih, warna yang saya suka, warna yang bersih
mudah2an bersih pula dalam perkataan, dan bersih juga dalam perbuatan, amin.

Kudaku ini saya kasih nama “si JARAN PUTIH” artinya kuda putih, berkuda tapi menggunakan mesin.

kalo kata orang cadel alias orang yang menyebut huruf “R” diganti dengan “L” maka berbunyi ( JALANAN ).

Yang bermakna berpacu di sepanjang jalan, dan memang sebagian waktu saya berada di rute jalan raya, itulah gunanya kuda bermesin yang rutenya di jalan beraspal bukan di jalan bertanah lagi.

Sekali lagi saya sangat bersyukur kepada Tuhan yang maha pencipta segalanya, dengan si JARAN PUTIH yang saya miliki bisa membantu dalam setiap kegiatan dan sangat banyak manfaatnya . terimakasih