Senin, 19 Juli 2010

K.T.A


KTA (Kredit Tanpa Agunan )

Pertama yang ada dalam benak anda adalah Kartu Tanpa Agunan.

Memang tidak saya pungkiri hampir setiap hari saya mendengarkan temen di meja sebelah terima telpon kurang lebih 8 kali dalam sehari 5 penelpon di antaranya adalah sales kartu kredit tanpa agunan.

Hemm… luar biasa ya, secara memang kita tidak usah pusing2 mencari hutangan sudah ada orang sendiri yang datang memberikan pinjaman apalagi tanpa agunan sangat mudah untuk mendapatkan itu.

Tapi di sisi lain anda yang memakai pinjaman tersebut harus tepat untuk mengkalkulasi pemakaianya sebab kalo tidak anda akan pusing di buatnya.

KTA ( Kredit Tanpa Ampun )

Seperti temen saya yg tadi... sudah extra hati2 pemakaianya tetep saja tagihanya menumpuk dan serasa tidak ada lunasnya.

...ampuuun dah nih kartu kredit, perasaan tidak ada pemakaian tapi tagihanya ada saja. “ Keluh temen.

KTA ( Kredit Tanpa Angsuran )

Saya bukan pengguna kartu kredit tanpa agunan atau kartu pinjaman apapun bentuknya, kalaupun ada yang mau nawarin ke saya kartu kredit... kalau bisa yang tanpa angsuran... nah itu baru saya mau hehehe.

KTA ( Kartu Tanda Aman )

Nah kartu inilah yang sampai saat ini saya miliki, pakai kartu yang aman2 saja yang tidak menjadi beban pikiran alias pusing berkeliling di buatnya oleh sang kartu keliling...

Rabu, 14 Juli 2010

Membudayakan hidup “MANDIRI”


Siapa pun sejak kecil kita di sekolah atau di rumah selalu diajarkan untuk menabung atau nyelengi.

Di rumah juga diajarkan untuk menabung. Sama pak’e, mbok’e dibelikan celengan. Sisa uang saku dimasukin ke celengan itu.

Sampai sekarang, saya masih sering nyemplungke uang recehan sisa jajan ke dalam umplung dari botol bekas, tadinya..

Lumayan, jika pas nggak punya uang tinggal ambil. Secara kemanfaatan nabung alias nyelengi memang besar manfaatnya, kalianlah yang paling tahu daripada saya hehehe..

Wejangan dari orang tua ketika saya mau meninggalkan kampung halaman hendak merantau ke Jakarta “ nyelengi yo le ora ketang satus rongatus, ojo nganti utang soale nek utang kowe ora bakal maju”

Itulah wejangan dari orang tua yang ingin generasinya hidup mandiri tanpa ketergantungan dari pihak lain, walaupun sampai sekarang saya belum maju, tapi seminimalnya saya gak punya hutang. memang belum ada yang ngasih hutang hehehehe..

Saatnya menjadi “jago”an.


Nyelengi memiliki kata dasar “celeng” kalo kata orang kampung saya artinya babi, menurut saya kalimat itu kurang gagah atau berani.

dan kebetulan saya sendiri tidak pernah memelihara babi apalagi memakan dagingnya, saya lebih suka memelihara ayam betina dan pejantan alias jago.

Jadi gemana kalo kita pake kata “jagoan” ..? itu baru berani.

Menjadi jagoan adalah cara untuk menjadi sukses, menjadi kaya, menjadi merdeka, dan tidak akan pernah mengharapkan bantuan atau minta di bantu (hutang) kepada orang lain, sebab tidak akan bisa maju karena itu.

Maka jadilah jagoan biar bisa maju… Mau jadi jagoan? harus punya jago dulu… hidup merdeka, bebas dari hutang.

menghutangi boleh ! Hutang? jangan.!! … pamalih.!!